Kota Bandung, MEDIASERUNI – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik Program Nihongo Partners Gelombang 21 Tahun 2024, sebuah kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Jepang.
Program ini menghadirkan penutur asli Bahasa Jepang (Native Speaker) ke sekolah-sekolah di Indonesia, termasuk Jawa Barat, sebagai mitra guru dan siswa dalam pengembangan bahasa dan budaya Jepang.
Plh. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jawa Barat, Sapta Yulianto Dasuki, berharap kehadiran para relawan ini memberikan dampak positif bagi sekolah-sekolah di Jawa Barat, khususnya dalam transfer pengetahuan serta pelestarian budaya Jepang.
“Kami berharap program ini tidak hanya memperkaya kemampuan bahasa, tetapi juga mengenalkan budaya Jepang secara lebih mendalam,” ujar Sapta saat acara pelepasan di Grand Arjuna Hotel, Bandung, dikutip Selasa 3 September 2024.
Acara tersebut juga diisi dengan diskusi yang melibatkan berbagai narasumber, termasuk perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Polda Jabar, dan Kanwil Kemenkumham Jabar. Mereka membahas peran pemerintah daerah dalam memantau dan mengamankan keberadaan orang asing di Jawa Barat.
Sapta menambahkan pelepasan relawan guru bahasa Jepang ini pertama kali diadakan dan diharapkan dapat menjadi agenda rutin memperkuat mekanisme pengawasan orang asing di Jawa Barat. “Bakesbangpol Jabar dan Bakesbangpol Kabupaten/Kota siap menjadi fasilitator untuk sekolah dan Japan Foundation,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Japan Foundation yang telah berkontribusi dalam pembangunan pendidikan di Jawa Barat melalui program ini. “Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai tingkatan,” ujar Sapta.
Kepala Bidang Kewaspadaan Daerah Bakesbangpol Jabar, Tulus Tahi Hapistaran Sibuea, menambahkan bahwa terdapat 12 relawan Nihongo Partners yang akan ditempatkan di 12 sekolah SMA/SMK sederajat di Jawa Barat selama tujuh bulan, dari Agustus 2024 hingga Maret 2025.
Asisten Direktur Japan Foundation, Hirota Yoshihisa, mengapresiasi kerjasama ini dan menyebutkan bahwa sejak 2014, lebih dari 3.000 relawan telah ditempatkan di sekolah-sekolah di seluruh Asia, dengan Indonesia sebagai penerima terbesar.
Salah satu peserta program, Yashuda, menyatakan antusiasmenya untuk memperkenalkan budaya Jepang seperti lagu, tarian, dan masakan kepada siswa di Jawa Barat, serta berjanji untuk membawa budaya Jawa Barat kembali ke Jepang.
Kepala SMK Negeri 7 Kota Bandung, Rini Ambarwati, menyatakan kegembiraannya atas program ini, melihatnya sebagai kesempatan emas untuk memperkaya pengetahuan dan kemampuan bahasa serta budaya Jepang di sekolahnya. (*)