Kota Bandung, MEDIASERUNI.ID – Pemerintah Kecamatan Bandung Wetan memperketat pengawasan di kawasan Flyover Pasupati menyusul meningkatnya kasus percobaan bunuh diri di lokasi tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah aksi nekat berhasil digagalkan berkat patroli rutin petugas dan bantuan warga yang melintas.
Langkah pengawasan ini dilakukan setelah Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menginstruksikan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bandung Wetan untuk meningkatkan patroli di sekitar flyover. Patroli yang telah berjalan selama dua pekan itu mulai menunjukkan hasil dengan berhasilnya beberapa upaya penyelamatan.
Melansir detikjabar, Camat Bandung Wetan, Rizka Aryani, mengungkapkan patroli sebenarnya sudah lama dilakukan. Namun, intensitasnya kini diperkuat karena meningkatnya kasus percobaan bunuh diri di kawasan tersebut.
“Dalam satu hari pernah sampai dua kejadian percobaan bunuh diri yang berhasil kami cegah. Bahkan minggu ini ada tiga hari berturut-turut kami menangani kasus serupa,” ujar Rizka, Selasa 10 Maret 2026.
Menurutnya, patroli saja tidak cukup untuk mencegah aksi tersebut. Pasalnya, beberapa orang yang berniat mengakhiri hidup kerap mencoba menghindari petugas.
Untuk memperkuat pengawasan, pihak kecamatan mendirikan posko pemantauan di rooftop Rumah Deret Tamansari. Posko tersebut dilengkapi pengeras suara yang dapat digunakan untuk memberikan imbauan kepada warga di sekitar flyover.
Rizka menjelaskan, kecepatan respons menjadi kunci utama dalam mencegah aksi bunuh diri. Petugas patroli dan posko pemantau selalu berkoordinasi melalui alat komunikasi agar dapat segera bergerak saat ada laporan.
“Alhamdulillah beberapa kejadian bisa cepat ditangani karena petugas patroli berada dekat lokasi. Banyak juga pengendara yang ikut membantu saat melihat kejadian,” katanya.
Setelah berhasil diselamatkan, individu yang mencoba bunuh diri kemudian dibawa ke tempat aman seperti kantor polisi untuk diberikan pendampingan. Petugas juga melakukan pendekatan secara persuasif agar yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya.
Rizka menyebut sebagian besar kasus dipicu oleh depresi dan tekanan hidup. Bahkan beberapa di antaranya tidak ingin kembali ke rumah setelah berhasil diselamatkan. Untuk itu, pihak kecamatan bekerja sama dengan dinas terkait guna memberikan pendampingan lanjutan, termasuk dukungan psikologis.
Selain pengawasan, Pemerintah Kecamatan Bandung Wetan juga mengusulkan pengamanan fisik di Flyover Pasupati. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) yang berada di bawah Kementerian PUPR.
Beberapa opsi yang dibahas antara lain pemasangan jaring pengaman atau pagar pembatas tambahan di sisi flyover. Namun rencana tersebut masih memerlukan kajian teknis agar tidak memengaruhi struktur jalan.
Rizka mengakui pengawasan di kawasan tersebut cukup berat karena keterbatasan personel. Saat ini jumlah anggota Linmas di Kecamatan Bandung Wetan hanya sekitar 25 orang yang juga harus menangani berbagai tugas lain di wilayahnya. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan patroli dan pengawasan demi mencegah jatuhnya korban jiwa. (*)
