Bandung, MEDIASERUNI.ID – Pemerintah Kota Bandung (Pemkot Bandung) mengoptimalkan kinerja personel pemilah dan pengolah sampah (Gaslah) untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah selama Ramadan 2026.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan Gaslah saat ini masih dalam tahap awal pelaksanaan tugas. Program tersebut baru berjalan sejak 1 Februari 2026.

“Saya belum bisa mengatakan Gaslah sudah 100 persen efektif, karena masa kerjanya belum genap satu bulan,” ujar Farhan, Rabu 25 Februari 2026.

Baca Juga:  Warga Curug Syukuran Jalan Desa, Kades Cece: Simbol Kemajuan dan Kebersamaan

Farhan menjelaskan, personel Gaslah kini telah ditempatkan di 1.596 Rukun Warga (RW) di Kota Bandung. “Program ini ditargetkan mampu menekan hingga 40 ton sampah per hari dari total produksi sampah warga,” ucap Farhan.

Menurutnya, evaluasi menyeluruh akan dilakukan hingga akhir Maret 2026. Pasalnya, tantangan terbesar diperkirakan muncul menjelang akhir Ramadan ketika produksi sampah meningkat signifikan. “Ini baru memasuki minggu keempat. Saya beri waktu sampai akhir Maret untuk melihat hasilnya,” katanya.

Baca Juga:  Dandim 0619 Purwakarta Gelar Komsos dengan Keluarga Besar TNI

Selain peningkatan volume sampah, Pemkot Bandung juga mengantisipasi kemungkinan berkurangnya jumlah petugas Gaslah saat momen mudik Lebaran. Hal itu berpotensi memengaruhi proses pemilahan dan pengolahan sampah di lapangan.

Untuk itu, Pemkot tengah menyiapkan strategi agar pengelolaan sampah tetap berjalan optimal selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026. (*)