Jabar, MEDIASERUNI.ID – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-5 Pengurus Besar Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PB PGMNI) yang dirangkaikan dengan Sarasehan Nasional Guru Madrasah Seindonesia berlangsung di Diva Convention Hall, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Kegiatan Selada 30 Juni 2026, menjadi momentum penting untuk memperkuat perjuangan peningkatan kesejahteraan guru madrasah di Indonesia. Acara dihadiri Staf Ahli Menteri Agama RI Prof. Dr. H. Iswandi Syahputra, M.Si., Direktur GTK Madrasah Dr. H. Feesal Musaad dan Direktur PAIS Dr. H. M. Munir, M.A.
Hadir juga perwakilan Direktorat KSKK Madrasah, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat H. Dudi Rohman, M.Si., Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, anggota DPRD, serta berbagai tokoh lainnya. Kegiatan ini juga diikuti perwakilan dari 18 Pengurus Wilayah (PW) PGMNI dari berbagai provinsi di Indonesia.
Ketua Umum PB PGMNI H. Heri Purnama menegaskan, sarasehan nasional tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah memperkuat solidaritas dan perjuangan guru madrasah. “Guru madrasah memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa dan sudah selayaknya memperoleh perhatian yang lebih adil dalam aspek kesejahteraan,” ujarnya.
Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani mengapresiasi kiprah PGMNI sebagai mitra strategis dalam memperjuangkan aspirasi dan kesejahteraan guru madrasah. Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme hampir 1.000 guru madrasah yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat H. Dudi Rohman menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus mendukung peningkatan kesejahteraan dan perlindungan hak-hak guru madrasah.
“PGMNI telah menjadi wadah aspirasi guru madrasah yang konstruktif. Kami akan terus menjalankan kebijakan yang berpihak pada penguatan kesejahteraan dan martabat guru madrasah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Iswandi Syahputra menyampaikan komitmen pemerintah untuk memperjuangkan peningkatan insentif guru madrasah honorer murni. “Insentif yang selama ini sekitar Rp250 ribu per bulan sedang diperjuangkan agar meningkat menjadi Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan,” ungkapnya yang disambut antusias peserta.
Direktur GTK Madrasah Dr. Feesal Musaad menjelaskan bahwa Kementerian Agama juga tengah memperjuangkan berbagai program strategis bagi guru madrasah. “Lebih dari 630 ribu guru telah diajukan untuk formasi PPPK dan ASN. Selain itu, peningkatan insentif, pencairan TPG yang konsisten, dan perluasan akses PPG terus kami dorong,” jelasnya.
Selain sarasehan nasional, kegiatan dimeriahkan dengan pameran UMKM, donor darah PMI Kabupaten Kuningan, serta berbagai pertunjukan seni budaya. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ketua PD PGMNI Kabupaten Kuningan, Abdul Rojak, S.Pd.
Harlah ke-5 PB PGMNI dan Sarasehan Nasional Guru Madrasah ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, memperluas jaringan organisasi, serta memperjuangkan peningkatan kualitas, perlindungan, dan kesejahteraan guru madrasah di seluruh Indonesia. (Dadan)
