Sukabumi, MEDIASERUNI.ID – Pergerakan tanah di Kampung Sukamanah, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, membuat ratusan warga terpaksa mengungsi.

Hingga Minggu 1 Maret 2026,, sedikitnya 100 kepala keluarga atau sekitar 312 jiwa meninggalkan rumah karena bangunan mengalami retak parah dan khawatir akan roboh.

Melansir detikjabar, Kepala Dusun 4 Sukamanah Wiwik mengatakan fenomena ini mulai terasa sejak awal puasa dan semakin intens dalam lima hari terakhir.

Baca Juga:  Pilkada Karawang 2024, KPU Pastikan Tidak Ada Calon dari Jalur Independen

“Warga mendengar suara retakan dan merasakan getaran dari dalam tanah, bahkan saat cuaca cerah,” ucap Wiwik, Minggu 1 Maret 2026 kepada awak media.

Wiwik melanjutkan, awalnya hanya retakan kecil dan suara ‘kretek-kretek’. Sekarang dinding dan lantai banyak yang pecah, sebagian hampir roboh.

“Situasi saat ini mengganggu aktivitas ibadah warga selama ramadan. Sebagian memilih tidak melaksanakan tarawih karena khawatir terjadi longsor susulan. Warga lebih fokus menyelamatkan barang-barang dari rumah yang sudah dikosongkan,” ucap Wiwik.

Baca Juga:  Rizal Bawazier Hadiri Akhirusannah & Wisuda Yayasan Nurul Iman Panjang Wetan Pekalongan

Hingga kini, dapur umum belum sepenuhnya beroperasi. Namun, bantuan mulai berdatangan dan rencananya dapur umum akan didirikan di sekitar SD 1 Bantargadung dekat Puskesmas.

Kepala Desa Bantargadung, Uus Amrullah, memastikan seluruh warga terdampak telah dievakuasi ke lokasi aman untuk mencegah korban jiwa, menyusul retakan tanah yang terus meluas dan mengancam permukiman. (*)