Sukabumi, MEDIASERUNI.ID – Petani di Kampung Ciburahol Desa Panumbangan Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai melirik jahe gajah sebagai tanaman primadona yang menjanjikan.
Selain mudah merawatnya tanaman jahe gajah atau Zingiber officinale var. officinale, memiliki produktivitas yang tinggi. Jahe gajah dikenal punya rimpang berukuran besar dan gemuk, berwarna kuning muda, serta rasa yang tidak terlalu pedas dibandingkan jahe merah atau jahe emprit.
Karakter ini membuatnya lebih fleksibel untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bumbu dapur hingga bahan minuman herbal.
“Saat ini, budidaya tanaman jahe gajah dilakukan di lahan seluas kurang lebih dua hektare. Lahan tersebut sebelumnya ditanami cabai dan kini dioptimalkan dengan sistem tumpang sari,” ucap Yayat Hidayat, petani jahe gajah di Kampung Ciburahol, Senin 2 Maret 2026.
Dari total lahan itu, sekitar lima petani aktif ikut menggarap dan mengembangkan komoditas ini. “Alhamdulillah, per sekali panen bisa sampai 8 Ton jahe gajah,” kata Yayat.
Tanaman yang sudah berusia enam bulan ini ditanam menggunakan sekitar 200 kilogram benih. Dalam satu kali masa tanam, hasil panen bisa mencapai lima hingga delapan ton jahe gajah, tergantung pada kondisi hama dan penyakit.
Waktu panen sendiri menyesuaikan kebutuhan pasar, yakni 6 bulan sekali untuk jahe muda konsumsi, 8 bulan untuk hasil maksimal jahe tua dan 10 bulan untuk kebutuhan bibit berkualitas.
“Jadi panen itu tergantung kebutuhan pasar. Kalau untuk konsumsi bisa enam bulan, kalau mau hasil maksimal delapan bulan, dan kalau untuk bibit sampai sepuluh bulan,” jelas Yayat.
Manfaat Jahe Gajah
Manfaat Jahe Gajah untuk Kesehatan
Selain menjanjikan secara ekonomi, jahe gajah juga memiliki banyak manfaat kesehatan.
Di antaranya membantu meredakan mual dan mabuk perjalanan, meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, mengurangi nyeri sendi, membantu menurunkan kolesterol, hingga meredakan sakit kepala.
Dengan kandungan minyak atsiri sekitar 0,8 hingga 2,8 persen, jahe gajah banyak dimanfaatkan sebagai bahan bumbu masakan, minuman hangat, hingga bahan baku industri farmasi dan kecantikan.
Melihat potensi produksi dan peluang pasarnya, budidaya jahe gajah di Sukabumi ini berpeluang menjadi sumber pendapatan baru bagi petani, sekaligus memperkuat sektor pertanian lokal dengan komoditas bernilai jual tinggi. (Andi)
