Karawang, MEDIASERUNI – Pengurus Dewan Perwakilan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Karawang menerima rombongan Rani Destiani dan Imam Sugiarto sebagai pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang di Pilkada Karawang 2024.

Rani Destiani dan Imam Sugiarto secara resmi mendaftar ke Kantor DPC PKB Kabupaten Karawang Rabu 24 April 2024, sekitar pukul 11.30 Wib, hari kedua setelah DPC PKB melakukan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati.

Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Karawang Aab Abdurahman yang menyambut kedatangan rombongan Rani dan Imam, bersama sejumlah pengurus PKB. Sebelumnya pasangan Rani dan Imam sudah mendaftar melalui online.

Baca Juga:  Upaya Menjaga Kamtibmas Dan Cipkon Wilayah, Satresnarkoba Polres Garut Gelar Razia Miras

Sebelumnya, pasangan Rani dan Imam sudah mendaftar melalui online, dan kunjungan mereka ke Kantor DPC PKB Karawang adalah untuk menyerahkan formulir pendaftaran.

Imam menyatakan kesiapannya menghadapi petahana dan mengkritik kebijakan yang kurang tepat. Rani, yang merupakan kader Partai Golkar, terus berkomunikasi dengan pengurus Golkar. Program unggulan pasangan Rani dan Imam meliputi kedaulatan pangan dan kedaulatan energi.

Menurut Imam, kedaulatan pangan adalah konsep yang penting dalam pembangunan pangan nasional. Ini berhubungan dengan hak dan akses petani terhadap seluruh sumber daya pertanian, termasuk lahan, air, sarana produksi, teknologi, pemasaran, dan konsumsi.

Baca Juga:  Usai Mancing Bareng Jurnalis Kapolres Lanjut Turnamen Basket Kapolres Cup

“Program ini bertujuan untuk memastikan ketahanan pangan dan keberlanjutan ekologis. Dengan fokus pada kedaulatan pangan dan energi, pasangan Rani dan Imam berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan dan memastikan akses yang adil bagi masyarakat Karawang,” tandas Imam.

Saat disinggung mengenai kesiapannya menghadapi petahana, Imam menyatakan bahwa petahana juga mempunyai kebijakan yang yang kurang tepat. “Mungkin kita semua tahu sepertinya kalau incumben punya segalanya, termasuk juga dengan kebijakannya yang kurang tepat. Dan kita siap menghadapinya,” tutur Imam. (Mds/*)