Karawang, MEDIASERUNI.ID – Sebanyak 44 warga dilarikan ke Rumah Sakit Rosela akibat diduga keracunan gas pabrik PT Pindo Deli II, Kamis 29 Oktober 2026, dini hari.

Peristiwa yang terjadi menjelang waktu subuh tersebut sontak memicu kepanikan di tengah permukiman warga setempat.

​Ketua RT 01, Astimin, menceritakan detik-detik mencekam saat insiden keracunan massal itu terjadi.

Menurutnya, kejadian bermula sekitar pukul 05.00 WIB ketika dirinya melihat kepulan menyerupai kabut abu-abu putih di luar rumah, disertai bau menyengat mirip pemutih pakaian.
​Suasana di perkampungan pun mendadak panik.

“Adik saya langsung menelepon ambulans sebab kakak pertama saya terpapar paling parah. Setelah berkoordinasi dengan perangkat Desa, kakak tertua saya langsung dibawa ke Rumah Sakit Rosela,” ujar Astimin saat ditemui, Jumat, 30 Oktober 2026.

Nahas, paparan susulan kembali terjadi pada pukul 18.30 WIB malam harinya, dan kali ini menimpa sang ayah.

Menghadapi situasi darurat tersebut, Astimin segera berkoordinasi dengan pihak desa untuk memanggil ambulans agar korban dapat segera dievakuasi ke klinik terdekat atau dirujuk langsung ke rumah sakit.

Baca Juga:  PT Fauna Land Ancol Resmi Pengelola Baru Bandung Zoo, Farhan: Yang Terpenting Satwa dan Karyawan Sejahtera

​Ia membeberkan, para korban yang terpapar gas caustic soda umumnya menunjukkan sejumlah gejala khas, mulai dari iritasi hidung, dada terasa panas, tenggorokan kering, sesak napas, hingga pusing kepala.

​Astimin mengungkapkan, insiden serupa sebetulnya pernah terjadi sebelumnya, namun dalam skala yang lebih kecil. Berbeda dengan kejadian kali ini yang dinilai jauh lebih parah dan berdampak luas hingga mencakup wilayah dua Rukun Tetangga (RT).

​”Saat kejadian mendadak itu, saya sempat membagikan masker kepada warga. Namun, masker tidak mempan karena dada mereka sudah terlanjur sesak sekali,” keluhnya.

​Sementara itu, salah seorang warga, Ajat Jatmika, menyampaikan bahwa pihak manajemen PT Pindo Deli II telah mengirimkan tiga orang perwakilan dari tim Hubungan Masyarakat (Humas) untuk memantau kondisi para korban di fasilitas kesehatan.

​”Mereka datang hanya untuk menanyakan keadaan kami, mendengarkan keluhan, serta mengimbau agar warga tidak dulu pulang sebelum ada instruksi dari dokter,” kata Ajat.

Baca Juga:  Polres Subang Gelar Pelatihan Pengendalian Massa Pilkada 2024

Kendati demikian, ia menyayangkan hingga saat ini belum ada kunjungan atau peninjauan langsung dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

​Mewakili warga lainnya, Ajat berharap ada langkah konkret berupa ganti rugi dari pihak perusahaan. Pasalnya, insiden pencemaran udara akibat kebocoran gas ini dinilai sudah berulang kali terjadi dan sangat merugikan kesehatan serta keselamatan warga lingkungan sekitar. (damar)