Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti halaman Pesantren Tahfidz An-Najah Gununghalu, Kamis 8 Januari 2026.

Pesantren kilat yang telah berlangsung dengan penuh kesungguhan akhirnya resmi ditutup, meninggalkan jejak mendalam di hati para santri dan para pengajar.

Sejak hari pertama, pesantren kilat ini bukan sekadar rangkaian kegiatan rutin, melainkan ruang pembentukan karakter generasi muda.

Di dalamnya tertanam nilai keikhlasan, kedisiplinan, kebersamaan, dan cinta terhadap Al-Qur’an. Para santri mengikuti setiap kegiatan dengan antusias yang luar biasa wajah-wajah lelah tak mampu menyembunyikan semangat belajar dan keinginan kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Baca Juga:  Di Danau Cita 70 Yatim Piatu dan 30 Lansia Desa Walahar Sumringah Dapat Santunan

Di balik semangat para santri, terdapat dedikasi para pengajar yang mengabdi dengan penuh keikhlasan. Tanpa mengenal lelah, mereka membimbing, menasihati, dan menjadi teladan, tidak hanya melalui materi pelajaran, tetapi juga melalui sikap dan akhlak sehari-hari.

Ketulusan para pengajar inilah yang menjadi energi utama dalam terselenggaranya pesantren kilat ini dengan penuh makna.

Penutupan pesantren kilat dilakukan langsung oleh pimpinan Pesantren Tahfidz An-Najah Gununghalu, Ustaz Amin Nur Sidiq.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam atas semangat para santri serta keikhlasan para pengajar.

“Pesantren kilat ini adalah bagian penting dari ikhtiar membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai Islam sebagai pijakan,” kata Ustadz Amin.

Baca Juga:  Pemkab Lampung Utara,terima audensi BPKP Provinsi Lampung

Momen penutupan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang para santri dalam mengamalkan ilmu dan nilai yang telah didapatkan.

“Pesantren kilat ini telah menanamkan benih kebaikan yang diharapkan tumbuh menjadi karakter kuat dalam diri para santri, serta menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, dan umat,” katanya.

Dengan doa dan harapan, Pesantren Tahfidz An-Najah Gununghalu menutup rangkaian pesantren kilat ini, membawa semangat baru untuk terus mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, beradab, dan berakhlak mulia. (Dadan)