Cikampek, MEDIASERUNI.ID – SMK Muhamadiyah Tiga (SMK Mutia) menggelar kegiatan pendidikan pesantren ramadan tingkat SMK tahun ini, mengusung tema Pesantren Ekologi atau Smart Tren Ekologi.
Program ini sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, untuk menanamkan kesadaran, kecintaan, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup di kalangan para pelajar.
“Mengacu pada arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, tema ekologi dipilih sebagai respons atas meningkatnya bencana alam di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, termasuk banjir yang kerap melanda wilayah Cikampek, Purwasari, dan Dawuan,” ucap Wakasek Kesiswaan SMK Mutia Ma’ruf Hasan, Senin 23 Pebruari 2026.
Ia menjelaskan benang merahnya adalah menanamkan kesadaran, cinta, dan menjaga lingkungan. “Kita melihat banyaknya bencana alam yang terjadi, khususnya di Jawa Barat. Maka dari itu, perlu langkah nyata di tingkat satuan pendidikan,” katanya.
Pesantren Ekologi menghadirkan tiga materi pokok yang disampaikan kepada siswa kelas XI dan XII. Kegiatan diawali setiap hari dengan tadarus Al-Qur’an dan salat Dhuha berjamaah.
Tiga materi utama yang diberikan meliputi Peran manusia sebagai khalifah Allah dalam menjaga alam, Tadabur alam dan kesadaran menjaga lingkungan, dan Kajian ekologi sebagai bagian dari ibadah.
“Setiap hari kita awali dengan tadarus dan salat Dhuha berjamaah. Itu menjadi kegiatan wajib sebelum penyampaian materi,” ujarnya
Ia menambahkan materi disampaikan secara terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan, dengan durasi sekitar 30 hingga 45 menit setiap sesi. Kegiatan dimulai pagi hari dan berlangsung hingga waktu Zuhur, kemudian ditutup dengan salat berjamaah.di Mesjid SMK mutia.
Menurutnya tema ekologi dinilai relevan dengan kondisi wilayah Cikampek dan sekitarnya yang hampir setiap tahun terdampak banjir dimana -mana. Ia bercerita bahkan, beberapa siswa diketahui menjadi korban banjir dalam beberapa bulan terakhir.
“Bukan tidak mungkin ada siswa di sini yang menjadi korban banjir, seperti yang terjadi di Dawuan beberapa waktu lalu. Nah, bagaimana dampaknya dan bagaimana cara penanggulangannya, itu yang harus kita tanamkan kepada anak-anak,” ungkap nya
Melalui pendekatan spiritual dan edukatif,inilah sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesadaran nyata dalam menjaga lingkungan.
Sebagai puncak kegiatan, menurut rencana seluruh sekolah di Jawa Barat direncanakan melaksanakan aksi penanaman pohon secara serentak pada 4 Maret mendatang. Penanaman dilakukan di lingkungan sekolah masing – masing sebagai bagian dari upaya penghijauan.
“Nanti tahap akhirnya adalah aksi nyata, yaitu penanaman pohon secara serempak di seluruh Jawa Barat. Penanamannya di dalam lingkungan sekolah sebagai bentuk upaya penghijauan,” tutur nya
Meski tanggal pelaksanaan bisa menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah, semangat gerakan ini diharapkan menjadi titik awal perubahan budaya di lingkungan pendidikan.
Dengan mengintegrasikan nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan, Pesantren Ekologi Ramadan diharapkan mampu membentuk generasi muda yang religius sekaligus peduli terhadap kelestarian alam ( Asep )
