Pemalang, MEDIASERUNI.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pemalang memberikan klarifikasi terkait isu anggaran pembuatan video vlog pemerintah daerah senilai Rp36 juta yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Kepala Diskominfo Pemalang, Dian Ika Siswati, menjelaskan bahwa rencana kegiatan tersebut hingga saat ini belum dilaksanakan dan masih dalam tahap peninjauan ulang. Penjelasan itu disampaikan dalam konferensi pers di LPPL Radio Swara Widuri, Selasa (31/3/2026).

Menurut Dian Ika, anggaran Rp36 juta yang menjadi sorotan publik sebenarnya diperuntukkan bagi satu paket produksi yang berisi 15 video vlog, bukan hanya satu video seperti yang ramai disalahpahami.

Baca Juga:  Jabar Terapkan WFH untuk ASN, Efisiensi Anggaran dan Listrik di Kantor

“Program pembuatan video vlog itu belum kita jalankan dan saat ini sedang kami evaluasi kembali,” ujarnya.

Ia menerangkan, jika dihitung secara rinci, biaya produksi setiap video berada di kisaran Rp2,4 juta. Angka tersebut, kata dia, telah disesuaikan dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang mengacu pada standar hadiah dalam lomba vlog yang pernah diselenggarakan sebelumnya.

Dian Ika menambahkan bahwa proses produksi konten video tidak hanya sekadar perekaman, tetapi juga mencakup tahap pengembangan ide, konsep kreatif, hingga proses editing yang memerlukan tenaga dan waktu.

Meski demikian, pihaknya tetap membuka ruang evaluasi terhadap rencana program tersebut menyusul respons publik yang berkembang di media sosial.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 1411-02/Bulukumpa dan Warga Bersihkan Jalan, Akses Kembali Normal

“Setiap penggunaan anggaran tetap harus memperhatikan prinsip transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sebelumnya, sebuah foto yang menampilkan rincian paket pengadaan jasa pembuatan video vlog milik Pemerintah Kabupaten Pemalang ramai diperbincangkan setelah diunggah akun @Jateng_Twit di platform X pada 30 Maret 2026.

Unggahan tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet dan tercatat telah dilihat sekitar 10 ribu kali, disertai puluhan interaksi berupa unggahan ulang, kutipan, tanda suka, serta markah. Perbincangan publik pun mengarah pada besaran pagu anggaran yang tercantum sebesar Rp36 juta.(Oppic)