Bandung, MEDIASERUNI.ID– Anugerah Gapura Pancawaluya Tahun 2025 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen kebijakan strategis untuk mempercepat transformasi pendidikan karakter di Jawa Barat.

Hal itu ditegaskan Kepala Disdik Jabar, Purwanto, usai Anugerah Gapura Pancawaluya Tahun 2025. “Anugerah Gapura Pancawaluya mendorong sekolah untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan belajar dan pembinaan karakter peserta didik,” ujar Purwanto di Bandung, Kamis 1 Januari 2025.

Ia menyebut penghargaan ini dirancang sebagai bentuk apresiasi sekaligus insentif bagi satuan pendidikan yang konsisten menanamkan nilai karakter dalam budaya sekolah. Menurutnya, program ini menjadi bagian dari komitmen membangun generasi Jawa Barat yang unggul dan berdaya saing.

Baca Juga:  Pembatasan Kuota di Samsat Dicabut, Warga tak Perlu Lagi Antre Tiga Hari

Purwanto menekankan pentingnya kesinambungan pendidikan karakter sejak jenjang dasar hingga menengah. Meski SD dan SMP berada di bawah kewenangan kabupaten/kota, Pemprov Jabar berperan dalam pembinaan dan sinkronisasi nilai strategis agar tidak terputus secara struktural.

Penguatan nilai Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer sendiri telah memiliki dasar hukum melalui Perda Nomor 5 Tahun 2017 serta Surat Edaran tentang 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Gapura Panca Waluya.

Menanggapi anggapan bahwa proses penilaian dilakukan secara instan, Disdik Jabar menegaskan seluruh tahapan Anugerah Gapura Pancawaluya 2025 telah dilaksanakan secara sistematis sejak pertengahan tahun.

Baca Juga:  SMKN 1 Purwasari Bidik Prestasi dan Kesempatan Karir Siswa

Mulai dari sosialisasi, pendaftaran, verifikasi, hingga penilaian bertahap atas praktik baik pendidikan karakter di sekolah. “Yang kami nilai bukan hasil sesaat, tetapi konsistensi praktik pendidikan karakter yang telah berjalan di lapangan,” tegas Purwanto.

Disdik Jabar juga mengapresiasi kritik dan pengawasan dari DPRD Jawa Barat sebagai bagian dari evaluasi konstruktif. Pemerintah provinsi menyatakan terbuka untuk dialog lanjutan demi memastikan program ini semakin transparan, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi dunia pendidikan di Jawa Barat. (*)