Karawang, MEDIASERUNI.ID – Surat Keputusan (SK) tiga balon kades tidak lolos seleksi pilkades Cikampek Selatan berbuntut kericuhan. Massa tiga balon kades menggeruduk kantor desa tersebut.
Massa menilai keputusan yang dikeluarkan Tim 11 tidak transparan, terlebih surat keputusan tidak lolos seleksi Pilkades disampaikan tengah malam, Sabtu 13 Desember 2025.
Ketegangan berhasil diredam setelah camat Cikampek melakukan mediasi antara tim 11 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), untuk melakukan klarifikasi terkait surat keputusan yang disampaikan pada tengah malam.
Pertemuan TIM 11 dan perwakilan massa pendukung tiga balon kases langsung dikawal Kapolsek Cikampek AKP Aji Setiaji, memastikan pertemuan berlangsung aman terkendali.
Camat Cikampek Usep Supriatna, menyampaikan tiga poin hasil pertemuan. Pertama Hasil tertulis dari Unsika terkait ke basahan dan ke akuratanya.
Kedua, Ijazah atau pendidikan terakhir yang menjadi nilai tambah bagi para balon yang nilainya tidak dimasukan, ketiga lontaran satatmen yang menyebutkan siapa saja bakal calon kepala desa yang akan lolos yang membuat gaduh.
Ia menyampaikan, menindak lanjuti tiga poin tuntutan tersebut pihak DPMD yang melakukan tes tertulis yang dilakukan di salah satu kampus di Karawang, untuk berkoordinasi dengan pihak kampus untuk memastikan dari hasil yang berikan pihak kampus sesuai dan dipastikan akurat.
Sementara untuk kepastian ijazah terakhir salah satu bakal calon akan dilakukan pengecekan, dimulai dari tingkat kecamatan dilanjutkan ke kabupaten.
Untuk poin terakhir mengenai isu lontaran predeksi kelolosan yang dikeluarkan sebelumnya oleh salah satu balon, pihaknya akan memastikan apakah itu hoax atau serius/fakta dan meminta klarifikasi dari pihak terkait.
Camat Cikampek untuk memastikan penetapan, pihaknya akan melakukan kroscek ulang.
Andri perwakilan DPMD menyampaikan segala sesuatu yang sesuai dengan perundang-undangan serta situasi kondusifitad dilapangan dipastikan akan dilaksanakan.
Saat disinggung mengenai penerapan perundang-undangan sudah dilaksanakan, dirinya menyebutkan, sesuai dengan tahapan sebagai mana tahahap tersebut berjalan.
Ia menambahkan terkait isu yang membuat gaduh di lapangan yang mencatut nama baik lembaga DPMD, Andi menuntut klarifikasi. “Selama ini kami menjaga integritas untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya. (Sarmin)
