Karawang, MEDIASERUNI.ID – Suasana haru mewarnai sidang perdana kasus dugaan pencabulan terhadap anak, di Pengadilan Negeri Karawang. Seorang ibu korban, berinisial MT, tak kuasa menahan tangis usai menyaksikan putrinya kembali harus mengingat peristiwa yang menurutnya telah meninggalkan trauma mendalam.

Persidangan yang digelar di ruang sidang anak, Rabu 17 Juni 2026, sempat berlangsung emosional. MT keluar dari ruang sidang dalam kondisi terpukul setelah merasa putrinya tertekan akibat sejumlah pertanyaan yang diajukan selama persidangan.

Menurut MT, dirinya dan sang anak telah berulang kali memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut. Namun, sejumlah pertanyaan yang kembali diajukan membuat korban harus mengingat kembali pengalaman pahit yang dialaminya.

“Anak saya masih sekolah dan memiliki cita-cita yang baik. Saya hanya ingin dia mendapatkan keadilan dan bisa melanjutkan hidup tanpa terus dibayangi peristiwa ini,” ujar MT.

Baca Juga:  Kang HJA Gelar Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Karawang Kulon, Serab Aspirasi Warga

Ia berharap proses hukum berjalan secara adil dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi korban. MT juga meminta aparat penegak hukum mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan perkara tersebut, termasuk memeriksa pihak-pihak yang dinilai memiliki keterkaitan dengan lokasi kejadian.

Selain itu, MT memohon agar jaksa dan majelis hakim memberikan perhatian terhadap hak-hak korban anak selama proses peradilan berlangsung.

Di tengah keterbatasan ekonomi yang dihadapinya sebagai orang tua tunggal, MT menegaskan akan terus memperjuangkan keadilan bagi putrinya hingga perkara tersebut memperoleh kepastian hukum.

Sidang kasus dugaan pencabulan terhadap anak itu akan kembali dilanjutkan sesuai agenda yang telah ditetapkan majelis hakim. Keluarga korban berharap proses peradilan berlangsung objektif, transparan, serta tetap mengedepankan perlindungan terhadap korban anak.

Baca Juga:  Danrem 062/Tn Resmi Buka Kontes Seni Ketangkasan Domba Garut

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya dukungan hukum, psikologis, dan sosial bagi anak korban kekerasan seksual agar mereka dapat pulih dan kembali menatap masa depan dengan lebih baik. (Iman)