Karawang, MEDIASERUNI.ID – Kasus penyakit Tuberkulosis (TBC) di wilayah Cikampek masih menjadi perhatian serius tenaga kesehatan. Puskesmas Cikampek mencatat angka kasus penyakit tersebut cukup tinggi.

Demikian disampaikan ‎Kepala Tata Usaha Puskesmas Cikampek H Dadan Haidar, saat memberikan pemateri penyuluhan Kesehatan bagi kader posyandu di 10 Desa se wilayah Kecamatan Cikampek, di Wisma Bukit Indah.

Ia menjelakan TBC masih menjadi salah satu penyakit menular dengan jumlah kasus besar, bahkan secara global masih menempati peringkat kedua penyakit menular terbanyak di dunia.

‎“Untuk wilayah Cikampek, kasus TBC ini termasuk tinggi dan menjadi salah satu penyumbang besar dalam pengobatan TBC,”katanya, Jumat 13 Februari 2026.

‎Berdasarkan data Puskesmas Cikampek, pada awal tahun ini, dalam kurun dua bulan terakhir, tercatat sudah ada 35 pasien baru TBC. Sementara sepanjang tahun sebelumnya, jumlah kasus TBC yang tercatat mencapai sekitar 330 kasus.

Baca Juga:  Desa Gaib di Bukit Barisan yang Bikin Merinding, Dunia Lain yang Muncul Dibalik Kabut Sumatera

‎Dadan menjelaskan, langkah pertama dalam penanganan TBC adalah deteksi dini.
‎Masyarakat diminta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, hingga batuk disertai darah.

‎“Jika ada keluhan seperti batuk lama lebih dari dua minggu, demam, atau batuk darah, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan,” katanya.

‎Sementara dari sisi pengobatan, Puskesmas Cikampek menyediakan layanan pengobatan TBC dengan durasi terapi selama enam bulan. Selain pasien, anggota keluarga yang tinggal serumah juga menjadi perhatian karena termasuk kelompok berisiko.

Baca Juga:  Partai Gerindra Sah Usung Gina Fadlia Swara Calon Bupati Karawang

“untuk pengobatan TBC di Puskesmas Cikampek berlangsung selama enam bulan, dan keluarga dengan faktor risiko juga ikut dipantau,” jelasnya. (Asep)