Pemalang, MEDIASERUNI.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang, resmi ditutup pada Rabu (11/3/2026). Penutupan kegiatan berlangsung di Lapangan Dusun Kemangmang dan ditandai dengan penandatanganan serta penyerahan naskah hasil program oleh Wakil Bupati Pemalang Nurkholes bersama Komandan Satuan Tugas TMMD Letkol Inf. Muhammad Arif.
Pada upacara penutupan tersebut, Letkol Inf. Muhammad Arif bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus menutup rangkaian kegiatan TMMD yang telah berlangsung selama satu bulan. Dalam amanatnya, ia membacakan sambutan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa penutupan TMMD Reguler ke-127 dan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kodam IV/Diponegoro. Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program ini menegaskan pentingnya pembangunan desa sebagai fondasi pembangunan nasional.
Pangdam menegaskan bahwa pembangunan dari desa merupakan strategi pemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desa diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu bersaing di masa depan.
Program TMMD sendiri merupakan bentuk kerja sama terpadu antara TNI, kementerian dan lembaga pemerintah, pemerintah daerah serta Polri. Melalui sinergi tersebut, berbagai program pembangunan dipadukan guna mempercepat pembangunan wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan yang masih tertinggal, terpencil maupun terdampak bencana.
Sekretaris Operasi TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026 Kodim 0711/Pemalang, Kapten Arm Eko Budiharjo, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan TMMD dilaksanakan selama 30 hari, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026 di Desa Surajaya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari 15 personel Dansatgas, 20 orang tim teknis dan penyuluh, 60 personel TNI, hingga masyarakat setempat yang turut bergotong royong menyukseskan pembangunan.
Adapun anggaran kegiatan bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp264 juta dan APBD Kabupaten Pemalang sebesar Rp417 juta.
Selama pelaksanaan TMMD, sejumlah sasaran fisik berhasil diselesaikan dengan capaian 100 persen. Pembangunan tersebut meliputi pengaspalan jalan sepanjang 1.360 meter dengan lebar 2,8 meter, pembangunan dua talud masing-masing sepanjang 10 meter dan 9 meter, serta rehabilitasi satu unit rumah tidak layak huni.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat, antara lain wawasan kebangsaan dan bela negara, penegakan hukum, bahaya narkoba, pencegahan stunting, penyuluhan pertanian, hingga sosialisasi penanggulangan bencana.
Melalui program TMMD ini diharapkan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat, sekaligus mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
