Pemalang, MEDIASERUNI.ID — Sebanyak 50 siswa SD/MI dari berbagai wilayah di Kabupaten Pemalang ambil bagian dalam lomba bertutur yang digelar selama dua hari di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan . Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar.Rabu 6/5/2026

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pemalang, Edi Susilo, menyampaikan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana untuk mengasah kemampuan membaca sekaligus menyampaikan kembali isi bacaan.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mampu mengekspresikan kembali cerita yang mereka pahami. Ini penting untuk meningkatkan literasi,” ujarnya.

Menurut Edi, tingkat literasi masyarakat masih menjadi tantangan. Hal ini terlihat dari Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang dinilai masih rendah. Karena itu, berbagai program terus digencarkan, mulai dari lomba bertutur hingga pelatihan literasi seperti bimbingan teknis (bimtek) kepenulisan dan pengelolaan perpustakaan.

Baca Juga:  Hareudang Fest 2024, Bazar Murah dan Meriah Sambut HUT Karawang ke-391

Dalam lomba ini, para peserta ditantang untuk membawakan cerita dengan penuh ekspresi, percaya diri, dan mampu menghidupkan tokoh dalam cerita. Penilaian tidak hanya berdasarkan isi, tetapi juga cara penyampaian dan penguasaan panggung.

Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Pemalang, Noor Faizah Maenofie, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada para peserta. Ia menekankan bahwa keberanian tampil adalah hal yang luar biasa.

“Anak-anak yang berdiri di sini adalah anak-anak pilihan. Bukan hanya karena kemampuan, tapi karena keberanian untuk tampil dan bercerita,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kapolres Purwakarta Sowani KPU dan Bawaslu Pastikan Kesiapan Pengamanan Pilkada 2024

Ia juga mengingatkan bahwa menang bukanlah tujuan utama. Pengalaman, keberanian, dan rasa percaya diri justru menjadi hal paling berharga dari kegiatan ini.

Untuk peserta terbaik, panitia menyediakan sertifikat penghargaan serta uang pembinaan. Bahkan, juara pertama direncanakan akan mewakili Kabupaten Pemalang dalam lomba tingkat provinsi.

Ke depan, diharapkan kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu meningkatkan minat baca dan membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, serta percaya diri.
“Harapannya, semakin banyak anak yang gemar membaca dan berani bercerita. Dari sinilah lahir generasi unggul Pemalang di masa depan,” tutup Edi.