JAKARTA, MEDIASERUNI.ID– Anggota DPR RI Rizal Bawazier kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur bagi Kota Pekalongan. Hal itu terlihat melalui rapat lanjutan bersama Direktorat Jenderal Bina Marga dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum yang digelar pada Kamis, 25 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah program strategis yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Kota Pekalongan dibahas secara intensif. Fokus utama rapat meliputi rekonstruksi jalan-jalan kota, revitalisasi stasiun pompa pengendali banjir, hingga penanganan banjir dan rob di kawasan Sungai Bremi-Meduri.

Rizal Bawazier mengatakan, rapat lanjutan ini merupakan bagian dari upaya memastikan berbagai usulan pembangunan yang telah diperjuangkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat. Menurutnya, koordinasi lintas kementerian menjadi langkah penting agar pelaksanaan program berjalan sesuai target.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian khusus adalah rekonstruksi jalan Kota Pekalongan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025. Program tersebut diharapkan mampu memperbaiki kondisi sejumlah ruas jalan yang selama ini mengalami kerusakan dan menjadi keluhan masyarakat.

Baca Juga:  Jelang Pilkada 2024 KPU Purwakarta Segera Rekrut 10.234 KPPS

Selain infrastruktur jalan, persoalan banjir dan rob juga menjadi pembahasan utama dalam rapat tersebut. Pemerintah berupaya mempercepat revitalisasi stasiun pompa sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir agar lebih optimal dalam mengurangi genangan di kawasan permukiman maupun pusat aktivitas ekonomi.

Penanganan Sungai Bremi-Meduri juga menjadi prioritas mengingat wilayah tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu titik yang rawan terdampak banjir dan rob. Perbaikan sistem pengendalian air diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.

Rapat tersebut dihadiri jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, serta tim yang terlibat dalam pembahasan teknis pembangunan infrastruktur. Seluruh pihak berkomitmen memperkuat sinergi agar setiap program dapat direalisasikan secara efektif dan tepat sasaran.

Menurut Rizal Bawazier, pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan memperbaiki fasilitas umum, tetapi juga menjadi fondasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur yang memadai akan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta mendukung aktivitas perdagangan dan investasi.

Masyarakat Kota Pekalongan pun berharap hasil rapat tersebut segera diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan proyek di lapangan. Kehadiran jalan yang lebih baik serta sistem pengendalian banjir yang andal diyakini akan memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup warga sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Baca Juga:  Kang HJA Laksanakan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Kamurang

Melalui rapat lanjutan ini, diharapkan kolaborasi antara DPR RI, Kementerian Pekerjaan Umum, dan pemerintah daerah semakin kuat dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan infrastruktur di Kota Pekalongan. Dengan demikian, pembangunan yang selama ini dinantikan masyarakat dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga.