Karawang, MEDIASERUNI.ID – Plaza Pemkab Karawang dipenuhi peserta berpakaian putih. Namun, kali ini suasananya berbeda. Kamis 22 Oktober 2026, kawasan tersebut menjadi lokasi peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang dihadiri Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama jajaran pemerintah daerah dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang.
Peringatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan sekaligus menghormati peran santri dalam membangun masa depan bangsa.
Bupati Karawang Aep Syaepulloh menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Kemenag dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang telah mendukung penyelenggaraan peringatan Hari Santri.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Kemenag dan Forkopimda karena telah sukses menggelar Hari Santri,” ujar Aep.
Ia menyebutkan, Kabupaten Karawang memiliki hampir 632 pondok pesantren. Menurut dia, keberadaan pesantren dan para santri menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk melalui pembentukan generasi yang berakhlak dan berintegritas.
“Kami mengapresiasi para santri sebagai generasi penopang pembangunan berikutnya,” katanya.
Aep juga menyinggung kegiatan Karawang Bershalawat yang diselenggarakan pada malam sebelum peringatan Hari Santri bersama Habib Luthfi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Selain itu, ia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melaksanakan khataman Al-Qur’an bersama Kemenag Kabupaten Karawang.
Menurut Aep, langkah tersebut tidak berorientasi pada imbalan tertentu, melainkan sebagai ikhtiar untuk memperoleh keberkahan dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Yang kami cari adalah keberkahan,” ujarnya.
Ia berharap peringatan Hari Santri dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Aep menambahkan, refleksi diri perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk oleh dirinya sebagai kepala daerah. Ia menegaskan bahwa berbagai upaya pembangunan tetap harus disertai kesadaran bahwa hasil akhirnya berada dalam kehendak Allah SWT.
Di bidang pendidikan dan kesejahteraan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Karawang juga berkomitmen memperhatikan kesejahteraan guru ngaji serta melanjutkan program beasiswa Karawang Cerdas.
Aep menjelaskan, program beasiswa tersebut kini turut diberikan kepada anak-anak penghafal Al-Qur’an dengan hafalan minimal tiga juz. Kebijakan itu memperluas sasaran program yang sebelumnya lebih berfokus pada peserta didik berprestasi.
“Saya bangga dengan perkembangan para hafiz dan hafizah di Karawang yang turut didukung melalui beasiswa Karawang Cerdas,” katanya.
Ia berharap dukungan terhadap pendidikan dan penghafal Al-Qur’an dapat terus mendorong lahirnya generasi muda Karawang yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki landasan nilai keagamaan yang kuat. (damar)
