Karawang, MEDIASERUNI.ID – Kepedulian terhadap korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan Bupati Karawang bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang dengan menggalang dana kemanusiaan.

Aksi solidaritas tersebut digelar di Plaza Pemda Karawang, Jumat 21 Agustus 2026, pagi, bersamaan dengan rangkaian perlombaan dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bupati Aep syaepulloh mendonasikan uang bagi korban gempa bumi di NTT.

 

Penggalangan dana melibatkan jajaran Forkopimda, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga insan media. Donasi yang terkumpul nantinya disalurkan untuk membantu penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana di NTT.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Di sela lomba khas 17-an seperti memasak, joget tomat, makan kerupuk, dan memasukkan paku ke botol, para peserta turut menunjukkan solidaritas bagi sesama warga Indonesia yang sedang menghadapi bencana.

Baca Juga:  H. Yefi Abdullah: Tahun Baru Hijriah Menjadi Momentum Membangun Karakter dan Peradaban yang Lebih Baik

“Aksi ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus memperkuat semangat gotong royong ASN dan masyarakat Karawang untuk membantu korban bencana di NTT,” ucap Bupati Aep Syaepuloh.

​Sebagai langkah awal, Bupati akan menginstruksikan Asisten Daerah (ASDA) untuk bertolak terlebih dahulu ke NTT dengan didampingi tiga wartawan guna memantau kondisi di lapangan.

“Saya pribadi juga merencanakan kunjungan langsung ke lokasi bencana dalam 10 hari ke depan,” ujar Bupati Aep.

Selain penggalangan di internal Pemda, sektor swasta juga akan dirangkul melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mulai Senin mendatang.

​”Instruksi ini saya sampaikan secara spontan bertepatan dengan momentum ‘Jumat Berkah’, dan surat resminya sudah kami tandatangani hari ini,” lanjut bupati.

Baca Juga:  Sambut Tahun Ajaran Baru SDN Nagasari V Buat Pagelaran Budaya Spektakuler

​Guna memastikan akuntabilitas dan kelancaran distribusi, Pemda Karawang mewajibkan seluruh instansi menyalurkan dana donasi melalui BAZNAS.

​”Bantuan kemungkinan besar disalurkan dalam bentuk uang tunai. Dengan demikian, saat kami tiba di lokasi nanti, dana tersebut dapat langsung dibelanjakan sesuai kebutuhan mendesak para korban bencana,” pungkasnya. (Damar)