Bandung, MEDIASERUNI.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring difokuskan bagi wilayah dengan intensitas paparan debu vulkanik gunung anak karakatau tinggi, khususnya Bogor dan Sukabumi.
Dedi Mulyadi mengatakan itu, Minggu 6 September 2026, menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau, pada Jumat 4 September 2026. Hingga Sabtu 5 September 2026, gunung tersebut masih beberapa mengalami batuk.
“Terhitung mulai Senin, 7 September 2026, para kepala sekolah di wilayah dengan intensitas sebaran abu tinggi bisa mengambil keputusan untuk menerapkan sistem pembelajaran secara daring,” ujar Dedi melalui akun media sosial reiminya, Minggu 6 September 2026.
Dedi menegaskan, keputusan pelaksanaan PJJ sepenuhnya diserahkan kepada kebijakan kepala sekolah masing-masing berdasarkan evaluasi kondisi di lapangan.
Langkah diskresi ini diambil guna mengantisipasi risiko paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan para siswa.
“Diharapkan kebijakan ini menjadi pedoman bersama, sehingga aktivitas pembelajaran tetap berjalan dengan menyutramakan keselamatan dan kesehatan anak-anak kita,” pungkasnya.
Perlu disampaikan sejumlah wilayah di Jawa Barat, seperti Bogor, Sukabumi, Cianjur, hingga Bandung, terdampak hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat 4 September 2026. (*)

