Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Musyawarah Daerah (MUSDA) Gema Keadilan (GK) Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang digelar di Tani Mulya, Sabtu (26/9/2026), menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat kaderisasi generasi muda untuk berkontribusi bagi pembangunan Bandung Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD PKS KBB sekaligus Ketua Dewan Pembina Gema Keadilan KBB, H. Iman Budiman, S.Th.I., M.Ag. Dalam sambutannya, ia berharap organisasi yang mayoritas diisi anak muda tersebut mampu menjadi motor penggerak lahirnya generasi yang lebih baik bagi KBB.
“Harapannya, organisasi sayap partai yang mayoritas diisi anak muda ini bisa menjadi motor penggerak untuk melahirkan generasi yang lebih baik bagi KBB yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga mendorong agar setelah kepengurusan DPD GK KBB terbentuk dan dilantik, konsolidasi segera diperluas hingga seluruh kecamatan dan desa. Dengan demikian, GK tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga hadir di tengah masyarakat serta memberikan ruang bagi anak muda untuk belajar berorganisasi dan kepemimpinan.
Ketua DPD Gema Keadilan KBB, H. Candra Permana atau akrab disapa Mang Candra, mengakui membangun organisasi kepemudaan dengan wilayah yang luas bukan pekerjaan ringan. Namun, ia meyakini tantangan tersebut dapat dihadapi melalui kebersamaan.
“Membangun organisasi sayap partai ini bukan hal yang mudah, tetapi bukan pula hal yang susah bila kita lakukan bersama-sama,” ujarnya.
Ia optimistis kepengurusan baru GK KBB dapat menjadi ruang kaderisasi untuk melahirkan generasi muda yang memiliki pengalaman, kepedulian sosial, kemampuan berorganisasi, dan kesiapan mengambil tanggung jawab kepemimpinan. “Kita optimis bisa mencetak generasi muda yang akan memimpin di KBB,” tegasnya.
Kader Muda Mulai Berkontribusi
Proses kaderisasi GK KBB juga mulai terlihat dari aktivitas sejumlah pengurus di tingkat DPC. Meski sebagian belum resmi dilantik, mereka telah mengambil peran di lingkungan masing-masing melalui pemerintahan desa, organisasi kepemudaan, maupun kegiatan sosial.
Sejumlah kader terlibat dalam Karang Taruna, KNPI, serta berbagai aktivitas kemasyarakatan. Bahkan, ada kader yang mulai mengambil bagian dalam kepemimpinan di tingkat lingkungan, termasuk kontestasi Ketua RW, serta bersiap berkontribusi dalam dinamika kepemimpinan desa pada momentum 2027.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pengalaman kepemimpinan dapat dibangun sejak dari lingkungan terdekat, tanpa harus menunggu seseorang menduduki jabatan formal dalam organisasi.
Musda diharapkan tidak berhenti pada pergantian atau penetapan kepengurusan. Forum tersebut menjadi ruang evaluasi, penyusunan arah gerak, penguatan kaderisasi, sekaligus memastikan program organisasi tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Tantangan GK ke depan bukan hanya memperluas struktur hingga kecamatan dan desa, tetapi juga meningkatkan kapasitas kader agar mampu melayani, berkolaborasi, menyelesaikan persoalan masyarakat, dan menjaga etika dalam kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi.
Karena itu, perluasan struktur perlu diikuti kegiatan nyata serta ruang belajar bagi kader melalui aktivitas sosial, ekonomi, kepemudaan, pemerintahan desa, dan berbagai bentuk partisipasi masyarakat.
Menyiapkan Pemimpin Masa Depan
Musda Gema Keadilan KBB menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya menyiapkan generasi muda sejak sekarang. Anak muda tidak hanya membutuhkan semangat, tetapi juga pengalaman, kapasitas, kepedulian, dan keberanian mengambil tanggung jawab.
Dengan semangat kolaborasi, kaderisasi, dan pengabdian, GK KBB diharapkan mampu memperluas kontribusinya hingga kecamatan dan desa di seluruh Kabupaten Bandung Barat.
Bukan sekadar membangun organisasi yang besar secara struktur, tetapi membangun generasi muda yang kuat dalam kepedulian, kapasitas, integritas, dan manfaat bagi masyarakat. (Dadan)
