Karawang, MEDIASERUNI.ID – Puluhan lansia memadati Aula Kantor Desa Purwamekar Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang, Selasa 14 Juli 2026, untuk mengikuti program bimbingan fisik, mental, spiritual, dan sosial yang digelar Pemerintah Desa Purwamekar bersama Dinas Sosial Kabupaten Karawang.

Kegiatan bagi Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Terlantar ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan kesiapan mental lansia, sekaligus menjadi program pembinaan yang tahun 2026, diperluas hingga menjangkau seluruh 30 kecamatan di Karawang.

“Biasanya kami tidak menjangkau semua kecamatan. Sekarang 30 kecamatan kami laksanakan,” kata Ketua Tim Pembinaan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (Katim Pembinaan PPKS), Damanhuri.

Dari total 30 kecamatan yang ditarget hanya tersisa empat kecamatan yang belum kebagian program, yakni Pakisjaya, Cilamaya Wetan, Rengasdengklok, dan Telagasari. Wilayah-wilayah ini menjadi yang terakhir dijangkau karena faktor jarak. “Insyaallah Telagasari besok kita adakan,” imbuhnya.

Damanhuri menjelaskan, konsep besar dari kegiatan ini adalah menjalin silaturahmi antar-lansia di setiap wilayah. Untuk itu, penentuan lokasi dilakukan berjenjang, bukan langsung menunjuk satu desa. “Kalau di sini, di Kecamatan Rawamerta, satu desa yang terpilih. Karena kami juga tidak tiba-tiba menunjuk satu desa begitu saja,” bebernya.

Baca Juga:  Pilkada Karawang 2024, Rani - Imam Resmi Mendaftar Lewat PKB sebagai Pasangan Bupati dan Wakil Bupati

Prosesnya, Dinsos lebih dulu mengirim surat ke pihak kecamatan, kemudian kecamatan yang menentukan satu desa untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Purwamekar terpilih mewakili Kecamatan Rawamerta pada kegiatan kali ini.

Bekal Spiritual jadi Fokus Utama

Menurut Damanhuri, materi yang disampaikan hari itu menitikberatkan pada bekal spiritual bagi para lansia. “Jadi pematerian hari ini sebenarnya menitikberatkan bekal spiritual bagi para lansia, supaya mereka di hari tuanya kelak tidak cuma bergibah, tapi juga bisa mempersiapkan bekal akhiratnya,” terangnya.

Ia berharap, seusai mengikuti kegiatan ini para lansia dapat kembali aktif ke masjid untuk beribadah dan mengaji. “Seperti yang kita tahu, lansia itu akan kembali seperti anak-anak secara sifat dan perilakunya,” sebutnya.

Dari Agama Sampai Hidup Sehat

Meski bekal spiritual jadi penekanan utama, Damanhuri menegaskan materi yang disampaikan bersifat variatif dan tidak melulu soal agama. Para lansia juga dimotivasi untuk membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca Juga:  Meriah dan Penuh Antusias! Dandim 0711/Pemalang Resmi Tutup Military Expo 2025: Bukti Sinergi TNI dan Rakyat Kian Erat

Apalagi Kepala Puskesmas (Kapus) dan Puskesmas Pembantu (Pustu) mengajak para lansia untuk memeriksakan kesehatan, apalagi sekarang gratis.

Pesan agar Lansia Tak Terlantar

Menutup keterangannya, Damanhuri berpesan kepada masyarakat agar tidak menelantarkan atau mengabaikan lansia di lingkungan sekitar. Ia menyebut pihak panti jompo pun akan enggan menampung lansia jika mereka diketahui masih memiliki sanak keluarga.

Karena itu, ia berharap keluarga maupun tetangga terdekat turut mengambil peran mengawasi kondisi para lansia di sekitarnya. “Jadi kami bersinergi dengan desa dan kecamatan agar para lansia tidak terlantar,” pungkasnya. (Damar)