Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Gelaran kompetisi sepak bola antar pengurus RT dan RW Sedesa Batujajar Barat akhirnya mencapai partai puncak. Pertandingan final yang mempertemukan RW 12 melawan RW 16 berlangsung sengit dan penuh drama hingga harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam drama titik putih tersebut, RW 16 berhasil keluar sebagai juara setelah mampu menuntaskan pertandingan dengan kemenangan. Guyuran hujan yang sempat membasahi lapangan tidak menyurutkan semangat para pemain maupun antusiasme masyarakat. Penonton tetap bertahan hingga pertandingan benar-benar selesai.

Bagi masyarakat Batujajar Barat, pertandingan ini bukan sekadar tontonan olahraga. Tumpah ruahnya warga juga menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM dan pedagang kecil yang ikut meramaikan kegiatan.

Salah satunya Mamah Sinta, pedagang asongan yang menjajakan gorengan dan cilok hasil olahannya sendiri. Ia mengaku bersyukur dagangannya laris dibeli masyarakat.

“Alhamdulillah, semoga acara seperti ini tiap tahun tetap diadakan Pak Kades,” ujarnya dengan wajah ceria dan penuh haru setelah mengetahui dagangannya habis diborong oleh Kepala Desa Batujajar Barat.

Menggerakkan Ekonomi Warga

Meriahnya pertandingan menunjukkan bahwa kegiatan olahraga di tingkat desa memiliki efek domino yang cukup luas. Ketika masyarakat berkumpul, bukan hanya semangat olahraga dan silaturahmi yang tumbuh, tetapi juga muncul perputaran ekonomi bagi pedagang kecil.

UMKM lokal mendapatkan ruang untuk memperkenalkan sekaligus menjual produknya. Karena itu, kegiatan olahraga masyarakat dapat menjadi salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi lokal apabila dikelola secara konsisten dan melibatkan pelaku usaha di lingkungan desa.

Baca Juga:  Bupati dan Wabup Kenalkan Kuliner Khas Pemalang di Karnaval SCTV

Di tengah pertandingan, Kepala Desa Batujajar Barat Erfan Heryawan, S.H. juga terlihat berbaur dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Erfan bahkan ikut membagikan cilok dan jajanan lainnya kepada para penonton yang menyaksikan pertandingan.

Sikap tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan desa tidak harus selalu berlangsung dalam suasana formal. Kehadiran pemerintah desa di tengah masyarakat dapat memperkuat komunikasi sekaligus membangun kedekatan antara aparatur pemerintahan dengan warganya.

Bukan Sekadar Menang dan Kalah

Sebelum menyerahkan piala dan uang kadedeuh kepada para pemenang, Erfan menyampaikan bahwa kompetisi tersebut tidak boleh dimaknai hanya dari hasil akhir pertandingan.

Menurutnya, pertandingan sepak bola antar pengurus RT dan RW merupakan sarana untuk mempererat keakraban dan silaturahmi seluruh unsur masyarakat.

“Pertandingan ini bukan hanya sekadar menang ataupun kalah, tetapi ini merupakan sarana keakraban dan silaturahmi seluruh pengurus RT dan RW, karang taruna, elemen pemerintahan desa dengan masyarakat di lingkungan Batujajar Barat,” ujar Erfan.

Pesan tersebut menjadi penting karena kompetisi olahraga pada dasarnya mengajarkan dua hal sekaligus: semangat untuk memenangkan pertandingan dan kedewasaan untuk menerima hasil pertandingan.

Menang tidak boleh membuat seseorang merasa paling hebat, sementara kalah bukan alasan untuk kehilangan persaudaraan. Justru setelah pertandingan selesai, hubungan antarpengurus dan masyarakat harus semakin erat.

Baca Juga:  Petani Rawamerta Demo ke Pemda, Tikus di Tanah Pertamina Penyebab Gagal Panen

Di tengah kebahagiaan atas keberhasilan RW 16 menjadi juara, Asep Herna menyampaikan bahwa kemenangan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus saling mendukung.

“Ini merupakan kemenangan yang semoga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk saling mendukung dan menjaga soliditas di seluruh elemen pengurus RT dan RW di lingkungan RW 16 khususnya, umumnya di tengah masyarakat Batujajar,” ujar Asep Herna.

Piala akhirnya berpindah tangan, sorak-sorai perlahan mereda, dan lapangan kembali seperti sediakala. Namun, yang diharapkan tertinggal bukan hanya catatan siapa yang menjadi juara, melainkan semangat kebersamaan, sportivitas, gotong royong, serta tumbuhnya ekonomi warga.

Gelaran Piala Kades Batujajar Barat pun memberikan pelajaran sederhana: lapangan sepak bola dapat menjadi tempat bertanding, tetapi semangat kebersamaanlah yang seharusnya menjadi pemenang sesungguhnya. (Chandra)