PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tampak begitu memukau di Desa Kandang, Kecamatan Comal. Jalan raya sepanjang desa kini berkilauan beraneka rupa lampu hias hasil karya dan gotong royong warga, dalam ajang Festival Gebyar Lampu Merah Putih yang resmi dibuka Plt. Bupati Pemalang Nurkholes pada Sabtu (8/8/2026) malam.

Sebelum memberikan tanda resmi pembukaan, Nurkholes didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang Sri Indah Lestari beserta jajaran Forkopimcam Comal menyusuri sepanjang jalan untuk menikmati ragam kreasi lampu yang dipajang. Ada replika ikonik Jembatan Suramadu dan Monumen Nasional, hingga bentuk-bentuk satwa yang memikat hati siapa saja yang melihatnya.

Festival yang digelar sepanjang bulan Agustus hingga akhir bulan ini bukanlah peristiwa baru bagi warga Desa Kandang. Sudah empat tahun berjalan, tradisi ini terus berkembang dan menjadi kebanggaan tersendiri. Seluruh lampu hias disiapkan secara sukarela dan dibiayai sepenuhnya dari swadaya masyarakat, tanpa menanti bantuan dari luar.

Kemeriahan itu ternyata membawa dampak yang meluas. Tak sekadar memancarkan cahaya indah, kawasan sepanjang jalan raya desa kini hidup dengan puluhan lapak UMKM warga yang menawarkan aneka makanan, minuman, hingga kerajinan tangan. Pengunjung yang datang bukan hanya menikmati pemandangan, melainkan turun langsung mendukung perekonomian warga setempat.

Baca Juga:  H. Jenal Aripin Reses di Desa Tamansari, Laporan Pembangunan Jalan Sama Warga

Dalam pidato pembukaannya, Nurkholes menyampaikan kekaguman luar biasa atas semangat yang ditunjukkan masyarakat Desa Kandang. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin di sini adalah bukti bahwa gotong royong masih hidup dan mampu membawa kemajuan yang nyata bagi warga.

“Desa Kandang ini telah dikenal luas berkat kreativitas warganya. Seluruh lampu hias ini dibuat atas inisiatif dan kerja sama seluruh lapisan masyarakat. Kalau dikerjakan dengan tulus dan ikhlas, insyaallah keberkahan menyusul—perekonomian bergerak, dagangan laku, dan kesejahteraan warga meningkat,” ujar Nurkholes dengan nada bangga.

Ia pun berharap semangat yang ditunjukkan Desa Kandang dapat menular ke desa-desa lain. Tak harus sama bentuknya, namun semangat kebersamaan, kreativitas, dan kemandirian warga dalam menyambut hari kemerdekaan patut dicontoh dan dikembangkan demi kemajuan bersama.

Kepala Desa Kandang sekaligus Ketua Penyelenggara, Muhtadin, menyampaikan bahwa keberhasilan hingga saat ini semata-mata berkat kekompakan warga. Kepemimpinan hanyalah pendamping, sedangkan tenaga, pikiran, dan dana yang terkumpul adalah buah dari kesadaran bersama untuk mengharumkan nama desanya.

“Yang patut dibanggakan bukan kepala desanya, melainkan warganya yang saling bahu-membahu. Semua berawal dari keinginan bersama agar Desa Kandang tampil indah dan bermanfaat saat perayaan kemerdekaan. Ternyata, antusiasme pengunjung sudah terlihat sejak hari-hari menjelang pembukaan resmi,” ungkap Muhtadin.

Baca Juga:  Diresmikan Bupati Aep, Jembatan Ciselang Urai Kemacetan di Ruas Cikampek - Lemahabang

Bagi para pelaku usaha kecil di desa, kehadiran pengunjung yang membludak membawa angin segar. Azizah, salah satu pedagang makanan, mengaku pendapatannya meningkat pesat sejak lampu-lampu hias mulai dipasang. Ia berharap tradisi indah ini terus lestari dan semakin berkembang di tahun-tahun mendatang.

“Setiap malam jalanan ramai dikunjungi orang. Pendapatan kami jelas bertambah dibanding hari biasa. Semoga Gebyar Lampu Desa Kandang ini makin dikenal luas, pengunjung makin banyak datang, dan perekonomian warga pun makin terangkat,” harap Azizah sambil tersenyum menyambut pembeli yang datang silih berganti.