MEDIASERUNI – Candi Borobudur disebut – sebut berkaitan erat dengan kota Atlantis yang lenyap dari peradaban bumi. Selain anggapan kota itu berada di Asia Tenggara, kesamaan desain arsitektur borobudur mirip deskripsi Atlantis.

Namun anggapan tersebut tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Bahkan menyebutnya sebagai teori spekulatif, karena hingga kini belum ada bukti ilmiah atau arkeologis yang kuat untuk mendukung klaim ini.

Berikut beberapa argumen yang sering diajukan dalam kaitannya dengan teori ini.

1. Lokasi Geografis
Teori ini dimulai dari anggapan bahwa Atlantis tidak berada di Samudra Atlantik, melainkan di kawasan Asia Tenggara atau Nusantara.

Penulis seperti Arysio Santos, dalam bukunya Atlantis: The Lost Continent Finally Found, menyebutkan bahwa Indonesia mungkin adalah lokasi Atlantis.

Ia berpendapat bahwa wilayah ini dulunya berada di bawah laut sebelum terjadi letusan gunung berapi besar yang mengubah lanskapnya.

2. Kehancuran Peradaban
Beberapa pengikut teori ini mengklaim bahwa Candi Borobudur merupakan peninggalan dari peradaban maju yang hancur akibat bencana alam, seperti letusan gunung berapi atau tsunami besar.

Baca Juga:  Misteri Lailatul Qadar, Malam Seribu Bulan yang tak Terduga Duga

Hal ini sering dikaitkan dengan cerita kehancuran Atlantis yang digambarkan oleh Plato. Mereka berasumsi bahwa bencana-bencana alam besar yang mungkin terjadi di wilayah Nusantara bisa saja menyebabkan hilangnya peradaban kuno yang dianggap maju seperti Atlantis.

3. Kesamaan Desain Arsitektur
Ada juga argumen yang menghubungkan desain arsitektur Candi Borobudur dengan deskripsi Atlantis. Candi Borobudur memiliki struktur bertingkat yang mencerminkan kosmologi Buddhis.

Beberapa teori spekulatif bahkan mengklaim bahwa ini mirip dengan deskripsi Atlantis sebagai peradaban dengan tata ruang rumit dan monumental.

Namun, pandangan ini dianggap lemah karena desain Borobudur jelas-jelas berdasarkan ajaran Buddha dan tidak menunjukkan kaitan langsung dengan deskripsi Atlantis.

4. Mitos dan Legenda Lokal
Beberapa penulis juga berusaha menghubungkan mitos dan legenda lokal di Nusantara tentang bencana alam dengan cerita Atlantis.

Mereka mengklaim bahwa terdapat kesamaan dalam tradisi lisan atau catatan kuno yang menceritakan tentang hilangnya daratan dan peradaban di wilayah ini. Meskipun teori ini menarik bagi sebagian kalangan, bukti nyata yang mendukung kaitan tersebut sangat minim.

Baca Juga:  Alas Purwo Hutan Purba yang Jadi Pusat Pemerintahan Kerajaan Gaib

Secara umum, teori-teori yang menghubungkan Candi Borobudur dengan Atlantis tidak didukung oleh komunitas ilmiah arus utama.

Candi Borobudur sendiri lebih banyak diakui sebagai peninggalan agung dari peradaban Buddha di Jawa Tengah pada abad ke-8 dan ke-9, dibangun di bawah kekuasaan Dinasti Syailendra.

Tidak ada bukti arkeologis yang mengindikasikan bahwa Borobudur memiliki hubungan dengan Atlantis atau bahwa ada peradaban sejenis yang pernah ada di Nusantara.

Atlantis sendiri adalah sebuah peradaban legendaris yang pertama kali diperkenalkan oleh Plato dalam dialognya. Meskipun telah banyak hipotesis yang mencoba mengaitkan Atlantis dengan berbagai lokasi di dunia, termasuk wilayah Samudra Hindia atau Pasifik.

Klaim ini pada umumnya tidak memiliki validitas ilmiah. Sebagian besar teori yang menghubungkan Borobudur dengan Atlantis lebih banyak mengandalkan spekulasi daripada bukti konkret. (*)