MEDIASERUNI.ID – Google DeepMind memperkenalkan Magic Pointer pada 12 Mei 2026 — teknologi kursor berbasis kecerdasan buatan yang mampu membaca konteks visual dan semantik di sekitar posisi kursor secara real-time, tanpa pengguna perlu mengetik perintah atau berpindah aplikasi.

Fitur ini pertama kali diperkenalkan sebagai bagian dari Googlebook, perangkat laptop konsep Google yang menggabungkan elemen Windows, Chromebook, dan Android.

Magic Pointer bekerja dengan menangkap informasi visual dan makna dari area layar yang sedang diperhatikan pengguna. AI “melihat” bagian layar tersebut dan memahami objek atau teks yang relevan di area itu.

Fitur ini mendukung kombinasi gerakan kursor dan perintah suara. Pengguna bisa memberikan instruksi singkat secara natural tanpa mengetik detail panjang.

Contoh penggunaannya: pengguna mengarahkan kursor ke gambar sebuah gedung lalu mengucapkan “tunjukkan arah menuju lokasi ini”, dan sistem AI langsung memahami konteks gambar tanpa penjelasan tambahan.

Kemampuan lain yang didemonstrasikan mencakup meringkas dokumen PDF, memperbaiki kalimat yang sedang diketik, mengubah data statistik menjadi grafik, hingga memodifikasi resep makanan yang tampil di layar.

Dalam salah satu demonstrasi, Google memperlihatkan bagaimana frame video yang dijeda dapat langsung berubah menjadi tautan pemesanan restoran — hanya dengan mengarahkan kursor ke lokasi yang muncul di video perjalanan tersebut.

Magic Pointer juga akan hadir di layanan Gemini yang terintegrasi di browser Google Chrome pada masa mendatang. Pengguna Chrome nantinya bisa menunjuk bagian tertentu di halaman web dan langsung bertanya kepada Gemini mengenai area tersebut.

Baca Juga:  Samsung Targetkan 800 Juta Galaxy AI di 2026: Strategi Besar Kuasai Pasar Global

Skenario yang dicontohkan Google: pengguna memilih beberapa produk di situs belanja dan meminta AI membandingkan spesifikasinya, atau menunjuk area ruang tamu di layar untuk memvisualisasikan penempatan sofa baru secara virtual.

Google saat ini menyediakan akses demo Magic Pointer melalui AI Studio dalam dua mode: pengeditan gambar dan pencarian lokasi di peta.

FAQ

Q: Apa itu Magic Pointer dari Google?
A: Magic Pointer adalah teknologi kursor berbasis AI yang dikembangkan Google DeepMind. Fitur ini mampu membaca konteks visual dan semantik di sekitar posisi kursor secara real-time, memungkinkan pengguna memberikan perintah singkat lewat suara tanpa mengetik, dan AI langsung memahami objek atau informasi yang sedang ditunjuk di layar.

Q: Apa saja kemampuan Magic Pointer Google?
A: Magic Pointer dapat meringkas dokumen PDF, memperbaiki kalimat yang sedang diketik, mengubah data statistik menjadi grafik, memodifikasi resep makanan di layar, memesan restoran dari frame video yang dijeda, mencari arah lokasi dari gambar gedung, hingga membandingkan spesifikasi produk di situs belanja.

Q: Di perangkat apa Magic Pointer tersedia?
A: Magic Pointer pertama kali diperkenalkan sebagai fitur di Googlebook — laptop konsep Google yang menggabungkan elemen Windows, Chromebook, dan Android. Fitur ini juga akan hadir di Gemini yang terintegrasi di Google Chrome pada masa mendatang.

Baca Juga:  Telepon Spam dalam Sorotan Hukum dan Keamanan Siber: Hak Konsumen dan Cara Melindungi Diri

Q: Bagaimana cara mencoba demo Magic Pointer Google?
A: Google menyediakan akses demo Magic Pointer melalui AI Studio. Saat ini tersedia dua mode demo: pengeditan gambar dan pencarian lokasi di peta.