Pemalang,MEDIASERUNI.ID – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Pemalang sebagai momentum memperkuat kerja sama lintas sektor demi membangun sistem pendidikan yang lebih merata dan inklusif.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak usai memimpin upacara Hardiknas di halaman Pendopo Kabupaten Pemalang, Sabtu (2/5/2026). Ia menilai, pendidikan tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah atau pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan luas dari seluruh elemen masyarakat.

“Pendidikan harus bisa dijangkau semua kalangan tanpa terkecuali. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” ujar Anom.

Fokus Tingkatkan IPM
Dalam paparannya, Anom menjelaskan bahwa peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Pemalang bertumpu pada tiga sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Baca Juga:  835 Warga Binaan Lapas Karawang Dapat Remisi Khusus, 3 Diantaranya Bebas

Untuk sektor ekonomi, pemerintah daerah terus mendorong masuknya investasi guna membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan daya beli masyarakat. Sementara di bidang kesehatan, upaya penanganan stunting serta penguatan layanan Posyandu menjadi prioritas untuk menjamin kualitas generasi mendatang.

Siapkan Program Sekolah Rakyat
Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah pembangunan “Sekolah Rakyat”. Program ini dirancang sebagai solusi bagi anak-anak yang tidak dapat mengakses pendidikan formal.

Program tersebut ditargetkan mampu menekan angka putus sekolah, sekaligus memperluas jangkauan pendidikan hingga ke wilayah pelosok. Pemerintah berharap, melalui inisiatif ini, generasi muda Pemalang tetap mendapatkan bekal pendidikan yang layak.

Baca Juga:  Program Ramah Lansia Dorong Hidup Sehat dan Produktif di Desa Cihampelas

Ajak Masyarakat Terlibat

Hardiknas tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema tersebut dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menekankan peran aktif masyarakat.

Bupati Anom pun mengajak seluruh warga untuk menjadikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, kualitas pendidikan yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

“Kalau kita serius membangun pendidikan, dampaknya akan terasa pada kemajuan daerah secara menyeluruh,” pungkasnya.