Karawang, MEDIASERUNI.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar pelatihan keterampilan bagi gelandangan dan pengemis (gepeng) hasil penjangkauan. Kegiatan ini berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Karawang, Jumat (31/7/2026).

Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan Pemberian Bimbingan Fisik, Mental, Spiritual, dan Sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Terlantar Tahun 2026. Program ini menyasar gepeng yang sebelumnya terjaring dalam operasi penjangkauan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Karawang, Marwati, menyebut kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari penjangkauan bersama Satpol PP. Penjangkauan tersebut dilaksanakan pekan sebelumnya, tepatnya Kamis (23/7/2026).

Marwati mengaku sempat terkejut dengan banyaknya gepeng yang terjaring dalam penjangkauan itu. Ia tidak merinci jumlah pasti gepeng yang terjaring saat itu.

Pelatihan keterampilan ini disusun sesuai program yang telah dicanangkan Dinsos Karawang. Program ini diharapkan mengangkat martabat para gepeng sebagai manusia sekaligus mencegah mereka kembali mengemis di jalanan.

“Memang di kalangan gepeng ini susah untuk mengubah pola pikir mereka, tapi semoga di antara mereka yang produktif bisa berubah pemikirannya,” kata Marwati.

Marwati menjelaskan, peserta pelatihan hari ini hanya sebagian kecil dari jumlah gepeng yang terjaring pekan lalu. Para peserta berasal dari berbagai kecamatan di Karawang.

“Untuk hari ini pesertanya sebagian kecil dari yang sebelumnya. Para peserta berasal dari berbagai kecamatan yang ada di Karawang,” ujarnya.

Dinsos Karawang menetapkan kriteria khusus bagi peserta program ini. Lembaga tersebut hanya menyasar gepeng yang berdomisili di Kabupaten Karawang.

Baca Juga:  Kabupaten Sukabumi Luncurkan Program Desa Ramah Perempuan dan Anak

Gepeng yang ditemukan bukan warga Karawang akan dikembalikan ke daerah asal masing-masing. Kebijakan ini berlaku sejak proses penjangkauan berlangsung di lapangan.

“Jadi kami pilih yang warga asli Karawang saja. Kalau saat penjangkauan ditemukan yang bukan warga Karawang, akan kami kembalikan ke daerah asalnya,” katanya.

Marwati menyebut penjangkauan ini juga menjadi bagian dari upaya menekan jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di jalanan Karawang. Program ini tidak hanya menyasar gepeng, tetapi juga ODGJ yang ditemukan selama operasi.

Sebagian gepeng hasil penjangkauan turut dirujuk ke luar Kabupaten Karawang. Tiga orang di antaranya menjalani rujukan ke fasilitas rehabilitasi di luar daerah.

Dua orang dirujuk ke Cisarua, sementara satu orang lainnya dirujuk ke Cirebon. Kedua lokasi ini merupakan fasilitas rehabilitasi sosial milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Intinya mereka harus punya skill dan jangan kembali lagi ke masa lalu,” tegas Marwati.

Program pelatihan ini diharapkan membekali gepeng dengan keterampilan baru. Bekal ini ditujukan agar mereka tidak lagi bergantung pada aktivitas mengemis di jalanan.

Meski demikian, Marwati mengakui penjangkauan gepeng di Karawang belum bisa dilakukan secara rutin. Kendala utama datang dari keterbatasan efisiensi anggaran daerah.

“Untuk penjangkauan sendiri kami akui belum terlalu sering karena terkendala efisiensi anggaran. Semoga ke depan bisa lebih intens lagi dan anggarannya pun ada,” ujarnya menutup keterangan.

Penjangkauan gepeng sebelumnya dilaksanakan Dinsos Karawang bersama Satpol PP pada Kamis (23/7/2026). Operasi ini menjaring sejumlah gepeng dari berbagai titik di wilayah Karawang.

Baca Juga:  Wabup Pemalang Ajak Juru Masak Dapur Gizi: "Masaklah Sepenuh Hati, Seperti Untuk Anak Sendiri"

Hasil penjangkauan tersebut kemudian ditindaklanjuti lewat program bimbingan fisik, mental, spiritual, dan sosial di BLK. Rangkaian bimbingan ini berlangsung pada Jumat (31/7/2026).

Peserta pelatihan berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Karawang. Dinsos memastikan hanya warga asli Karawang yang mengikuti program lanjutan ini.

Rujukan ke Cisarua dan Cirebon menyasar gepeng dengan kebutuhan penanganan lebih lanjut. Kedua balai rehabilitasi tersebut berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dinsos Karawang berupaya memastikan program ini menjangkau gepeng secara tepat sasaran. Proses seleksi peserta turut mempertimbangkan domisili dan kondisi masing-masing individu.

Anggaran menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan penjangkauan gepeng di Karawang. Marwati berharap dukungan anggaran ke depan memungkinkan penjangkauan berlangsung lebih intensif.

Program pelatihan di BLK turut menjadi bagian dari upaya jangka panjang Dinsos Karawang. Lembaga ini berupaya mengurangi jumlah gepeng yang beraktivitas di jalanan Kabupaten Karawang.

Kegiatan pelatihan keterampilan ini melibatkan sebagian kecil dari total gepeng yang terjaring pekan lalu. Dinsos Karawang membuka peluang melanjutkan program serupa bagi peserta lain pada kesempatan berikutnya.