Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum bagi keluarga besar SMK Bina Insan Mandiri untuk kembali memaknai nilai-nilai kepramukaan, sebagai bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Kepala SMK Bina Insan Mandiri, Kurnia Karim Samdani, S.Pd.I., mengajak seluruh peserta didiknya agar tidak memandang Pramuka sebatas kegiatan berkemah, baris-berbaris, tali-temali, maupun kegiatan di alam terbuka.

Lebih jauh, Pramuka merupakan ruang pendidikan karakter yang mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian, keberanian, serta semangat untuk mengabdi.

Menurut Kurnia, keteladanan menjadi salah satu nilai terpenting yang harus tumbuh dalam diri setiap peserta didik. “Keteladanan bukan hanya tentang apa yang kita katakan, tetapi tentang apa yang kita lakukan dan bisa menjadi contoh bagi orang lain,” katanya.

Ia menegaskan, seorang pelajar tidak harus menunggu menjadi pemimpin untuk memberikan teladan. “Sikap sederhana seperti datang tepat waktu, menghormati guru, membantu teman, menjaga kebersihan, bertanggung jawab terhadap tugas, berkata jujur, serta berani mengakui kesalahan merupakan bentuk nyata dari keteladanan,” ucapnya.

Pramuka dan Tantangan Generasi Digital
Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu cepat, pendidikan karakter menjadi semakin penting. “Generasi muda saat ini memiliki akses informasi yang luas, tetapi kemampuan memilah informasi, menjaga etika, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi juga harus terus dibangun,” pungkas Kurnia.

Baca Juga:  Halo Om Zein, Masih 11 Jabatan Lagi di Purwakarta Belum Ada Pejabatnya

Semangat Dasa Darma Pramuka dapat menjadi pegangan bagi pelajar dalam menghadapi tantangan tersebut. Nilai jujur, disiplin, bertanggung jawab, cinta sesama, rela menolong, sederhana, rajin, dan dapat dipercaya bukan hanya berlaku ketika mengenakan seragam Pramuka, tetapi harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, momentum Hari Pramuka ke-65 hendaknya tidak berhenti pada seremoni. Peringatan ini harus menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga manusia yang memiliki karakter dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.

Keteladanan Dimulai dari Hal Kecil
Kurnia juga mengajak para siswa SMK Bina Insan Mandiri untuk membangun budaya keteladanan mulai dari lingkungan sekolah.
Siswa yang mampu menjadi contoh dalam kedisiplinan dapat menginspirasi teman-temannya.

Siswa yang peduli terhadap kebersihan dapat menggerakkan lingkungan. Siswa yang berani berkata jujur dapat membangun kepercayaan. Begitu pula siswa yang mau membantu tanpa mengharapkan imbalan sedang belajar menjadi pribadi yang memiliki jiwa pengabdian.

Baca Juga:  Diduga Serobot Lahan PT BAS Kembali Dilaporkan ke Kejaksaan Karawang

Pramuka pada akhirnya bukan hanya tentang menjadi yang paling depan, tetapi tentang siapa yang bersedia mengambil tanggung jawab ketika dibutuhkan. Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk menanamkan pesan bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh karakter generasinya.

Dari sekolah, dari hal-hal sederhana, dan dari keteladanan sehari-hari, lahir generasi yang mampu menjadi pelajar yang berkarakter, pemimpin yang bertanggung jawab, serta manusia yang siap mengabdi kepada masyarakat. (Chandra)