Karawang, MEDIASERUNI – Jurusan IPA IPS dan Bahasa kiamat di Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh sekolah di Indonesia, keputusan itu berdasarkan pada implementasi Kurikulum Merdeka.

Kurikukum Merdeka bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa hingga kelas 10, dan memberikan kebebasan pemilihan mata pelajaran pada kelas 11 dan 12.

Selain itu, penghapusan jurusan di SMA bertujuan untuk menghapus diskriminasi terhadap murid jurusan non-IPA dalam seleksi nasional mahasiswa baru.

Dengan Kurikulum Merdeka, semua lulusan SMA dan SMK dapat melamar ke semua program studi melalui jalur tes, tanpa dibatasi oleh jurusan ketika SMA/SMK.

Baca Juga:  Langkah Kecil Selamatkan Banyak Nyawa, Bey Machmudin Ingatkan Sopir Bus dan Truk Cek Kendaraan Sebelum Bepergian

Banyak lulusan jurusan IPA yang mengambil program studi yang seharusnya dipilih oleh siswa jurusan IPS dan Bahasa. Hal ini menyebabkan kuota siswa jurusan IPS dan Bahasa semakin menipis.

Dengan menghapus penjurusan, siswa tetap bisa fokus belajar sesuai minat mereka dalam meraih masa depan.

Dengan Kurikulum Merdeka, siswa kelas X masih akan mempelajari semua mata pelajaran. Namun, siswa di kelas XI dan XII SMA baru dapat memilih pelajaran sesuai minat dan bakat.

Baca Juga:  Kang HJA Tagih Janji Dedi Mulyadi: Biaya Pembebasan Lahan Jembatan Cicangor Masuk dalam Anggaran

Ini memungkinkan siswa untuk lebih fokus membangun basis pengetahuan yang relevan dengan minat dan rencana studi lanjut mereka.

Terkait itu, Kepala Badan Standar Nasional Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbud Ristek Anindito Aditomo pun mengatakan kalau tidak ada penjurusan, siswa tetap bisa fokus belajar sesuai keinginannya dalam meraih masa depan.

“Pada praktiknya, ketika sudah memilih mata pelajaran, siswa akan menjalani pembelajar wajib di hampir separuh waktu di sekolah. Sementara sisanya fokus pada pelajaran yang sudah dipilih,” pungkas Anindito. (Mds/*)