PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Pemerintah Kabupaten Pemalang resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan balon di Ballroom Hotel R-Gina, Jumat (12/6/2026).
Pencanangan tersebut menjadi tanda dimulainya pendataan ekonomi secara menyeluruh di Kabupaten Pemalang yang akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.500 petugas lapangan yang akan menyisir 14 kecamatan untuk mendata berbagai jenis usaha, termasuk sektor ekonomi digital yang terus berkembang.
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menegaskan, Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting dalam menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah maupun nasional.
“Sensus ini bukan hanya kegiatan pendataan, tetapi langkah strategis untuk menghadirkan data ekonomi yang valid dan berintegritas sebagai pijakan dalam mengambil keputusan pembangunan ke depan,” ujar Anom.
Pada kesempatan tersebut, Bupati bersama Kepala BPS Kabupaten Pemalang, Bappeda, Kapolres, Kadin, HIPMI, dan Apindo menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Anom juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas. Menurutnya, kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada keterbukaan responden saat proses pendataan berlangsung.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong sinergi seluruh pemangku kepentingan melalui sistem pemantauan berbasis dashboard secara real time guna menjaga kualitas dan akurasi data selama pelaksanaan sensus.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pemalang Teguh Santoso mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memotret perkembangan dunia usaha yang mengalami perubahan signifikan dalam satu dekade terakhir.
Menurutnya, kemajuan teknologi, maraknya bisnis berbasis digital, hingga perubahan perilaku konsumsi masyarakat menjadi fenomena yang perlu didata secara komprehensif.
“Kami ingin menangkap seluruh dinamika ekonomi yang berkembang saat ini agar dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” kata Teguh.
Ia menambahkan, jumlah usaha di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dari sekitar 9 juta unit usaha pada 1986 menjadi sekitar 26 juta unit usaha pada 2016. Melalui sensus kali ini, pemerintah berharap memperoleh gambaran terbaru mengenai pertumbuhan dan perkembangan sektor usaha di berbagai daerah.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Kabupaten Pemalang telah menyiapkan sekitar 1.250 petugas yang sebagian besar merupakan lulusan S1/D4, serta melibatkan kalangan akademisi, dosen, dan mahasiswa. Mereka akan bekerja dalam 143 tim dengan sistem pengawasan berjenjang guna memastikan kualitas hasil pendataan.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan kolaborasi lintas sektor, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat dan terpercaya sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Pemalang.
