Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum perempuan.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Sri Dewi Anggraini, mengajak perempuan Indonesia untuk memaknai kemerdekaan bukan hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk terus tumbuh, berdaya, berkarya dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Menurut Sri Dewi, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diteruskan melalui perjuangan dalam bentuk yang relevan dengan tantangan zaman. Salah satunya dengan membuka semakin luas kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan potensi di berbagai bidang.
“Kemerdekaan perempuan adalah kesempatan untuk berdaya dan berkarya,” imbuh Hj. Sri Dewi Anggraini. Ia menegaskan, perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga, masyarakat, hingga bangsa.
Karena itu, perempuan tidak cukup hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga harus mendapatkan ruang untuk menjadi bagian dari proses pembangunan dan pengambilan keputusan.
“Perempuan memiliki kemampuan yang luar biasa. Ketika diberikan kesempatan, akses pendidikan, ruang untuk berusaha, serta dukungan yang memadai, perempuan dapat menjadi kekuatan besar bagi kemajuan masyarakat,” ujar Sri Dewi.
Perempuan Berdaya, Keluarga dan Masyarakat Menguat
Sri Dewi juga menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan yang dimulai dari lingkungan terdekat. Menurutnya, perempuan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kemandirian ekonomi, serta kepercayaan diri akan memberikan pengaruh positif terhadap ketahanan keluarga.
Pemberdayaan tersebut, kata dia, dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti pendidikan keterampilan, pengembangan UMKM, literasi digital, peningkatan kapasitas kepemimpinan, hingga keterlibatan perempuan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Perempuan berdaya bukan berarti meninggalkan peran dalam keluarga. Justru ketika perempuan memiliki kapasitas dan kemandirian, ia dapat semakin kuat dalam menjalankan perannya serta memberikan manfaat lebih luas,” jelasnya.
Jangan Hanya Jadi Penonton Pembangunan
Dalam momentum kemerdekaan ini, Sri Dewi mengajak perempuan, khususnya generasi muda, untuk tidak takut mengambil peran dan mencoba hal-hal baru.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan sosial memberikan peluang yang sangat besar bagi perempuan untuk berkarya. Dunia usaha, pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi digital, organisasi sosial, hingga politik dan pemerintahan merupakan ruang yang terbuka bagi perempuan untuk berkontribusi.
“Jangan merasa bahwa perempuan hanya bisa berada di belakang. Perempuan bisa berada di depan, bisa menjadi penggerak, bisa menjadi pemimpin, dan bisa menciptakan perubahan,” katanya.
Namun, Sri Dewi mengingatkan bahwa keberdayaan perempuan harus tetap dibangun dengan nilai-nilai kebangsaan, etika, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama.
Kemerdekaan Harus Menghasilkan Dampak
Lebih jauh, Sri Dewi memaknai HUT ke-81 RI sebagai momentum untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. Menurutnya, ukuran keberhasilan kemerdekaan tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa besar masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kualitas kehidupannya.
Ia berharap semakin banyak perempuan Jawa Barat yang berani mengembangkan potensi, membangun usaha, meningkatkan pendidikan, aktif dalam kegiatan sosial, serta mengambil bagian dalam berbagai ruang pembangunan.
“Semangat kemerdekaan harus kita teruskan dengan karya. Perempuan harus berani bermimpi, berani mencoba, dan berani memberikan dampak. Dari perempuan yang berdaya, akan lahir keluarga yang kuat dan masyarakat yang semakin maju,” pungkas Sri Dewi.
Momentum HUT ke-81 RI, dengan demikian, bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi Sri Dewi Anggraini, kemerdekaan merupakan amanah untuk memastikan setiap warga negara, termasuk perempuan, memiliki ruang yang setara untuk belajar, berkarya, mandiri, dan memberi manfaat bagi bangsa. (Chandra)

