MEDIASERUNI – Dalam ritual adat daun sirih dan pinang sering disajikan sebagai tanda keramahtamahan dan penghormatan kepada tamu undangan. Wadah sirih pun sering dibuat dengan bahan yang bernilai tinggi, seperti emas dan batu mulia, salah satunya wadah sirih berbentuk naga.
wadah sirih berbentuk naga yang terbuat dari emas bukan hanya memiliki nilai praktis dalam upacara adat, tetapi juga mengandung makna simbolis yang dalam. Penggunaannya mencerminkan budaya, spiritualitas, dan keberagaman Indonesia.
Penggunaan wadah sirih berbentuk naga mengandung simbolisme keberanian, kekuatan, dan keagungan. Naga dalam budaya Indonesia sering dihubungkan dengan kekuatan spiritual dan perlindungan.
Naga adalah salah satu motif yang kaya dan bervariasi dalam seni batik Indonesia. Dalam budaya Indonesia, naga dianggap sebagai simbol kekuatan, keberanian, dan perlindungan.
Selain itu, naga juga merupakan makhluk mitologis yang memiliki kekuatan mistis dan spiritual. Dalam filosofi Jawa, naga melambangkan keseimbangan dan harmoni dalam alam semesta.
Naga dianggap sebagai penjaga dan pelindung yang memiliki keberanian dan kekuatan spiritual. Naga juga mengandung makna simbolis pesan-pesan spiritual dan budaya yang mendalam.
Dalam mitologi leluhur, Indonesia juga memiliki sosok naga bernama Sang Hyang Antaboga atau Ontobugo. Kisah Antaboga telah diturunkan dari generasi ke generasi dan dianggap sebagai sosok dewa yang memiliki kekuasaan dan kemakmuran.
Dengan memahami makna dan filosofi di balik motif naga kita dapat lebih menghargai dan memahami kekayaan budaya serta warisan spiritual yang terkandung dalam karya seni tradisional Indonesia. (Ari/*)