Karawang, MEDIASERUNI.ID – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 5 Karawang tahun ini berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Momen tersebut bertepatan penunjukan SMAN 5 Karawang sebagai salah satu Sekolah Maung, program pembentukan Manusia Unggul yang diselaraskan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Humas SMA Negeri 5 Karawang, Hary Prasetyo,M.Pd., menjelaskan secara garis besar MPLS tahun ini menerapkan konsep penanaman karakter berbasis nilai-nilai kearifan lokal, sekaligus mempersiapkan siswa menyandang status sebagai Manusia Unggul atau Maung.

“MPLS tahun ini berfokus pada pembentukan karakter siswa melalui lima nilai utama yang disebut Panca Waluya, yakni cageur (sehat fisik dan mental), bageur (berkelakuan baik dan bermoral), pinter (cerdas dan berilmu), bener (benar dan berintegritas), serta singer (mawas diri, terampil, dan teliti),” kata Hary

Selain pengenalan lingkungan sekolah secara umum atau Wawasan Wiyata Mandala, kegiatan MPLS tahun ini juga menekankan kedisiplinan, pengembangan bakat siswa, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Sebagai penutup rangkaian MPLS, siswa diajak terlibat dalam aksi ekologi nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
“Aksi di akhir MPLS dilakukan melalui kegiatan ekologi nyata berupa aksi bersih-bersih dan sosialisasi ke masyarakat,” ujar Hary.

Baca Juga:  MTs Karya Perjuangan Mandiri Sindangkerta Gelar Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan

Sekolah juga menyiapkan penanaman tanaman hias di sejumlah titik, serta pembuatan apotek hidup berupa tanaman obat yang bermanfaat bagi warga sekolah.

Rangkaian MPLS, SMAN 5 Karawang turut menggandeng TNI untuk memberikan materi yang dinilai krusial bagi generasi digital saat ini, yakni edukasi seputar perundungan atau bullying. “Bullying tidak hanya terjadi secara fisik atau langsung, tapi juga lewat media sosial atau cyberbullying,” kata Hary.

Materi tersebut turut membahas dampak hukum yang bisa menyeret pelaku ke ranah pidana, serta dampak psikologis bagi korban yang pemulihannya membutuhkan waktu lama.

Pendidikan Karakter Berlanjut Setiap Sabtu

Hary menegaskan, pendidikan karakter di SMAN 5 Karawang tidak berhenti setelah MPLS usai. “Pendidikan karakter tidak berhenti di MPLS saja. Setiap hari Sabtu, sekolah mengadakan program khusus, di antaranya kemah pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan,” ucapnya.

Pembiasaan karakter unggul tersebut rencananya akan terus diterapkan di sekolah setiap hari, tidak hanya selama masa MPLS. Perubahan besar lain yang terjadi di SMAN 5 Karawang adalah status sekolah yang kini utuh menjadi Sekolah Maung.

Baca Juga:  Turnamen Mobile Legends Piala Kapolres Pemalang 2026 Meledak! 128 Tim dari 59 Sekolah Adu Skill, Kapolres: Ajang Prestasi dan Persaudaraan

“Status Manusia Unggul tidak lagi hanya berlaku bagi kelas atau kelompok siswa tertentu, melainkan merata untuk seluruh siswa kelas 10, 11, dan 12,” tegas Hary.

Selain itu, sekolah juga turut menerapkan standar kurikulum yang disetarakan tanpa pembeda antarkelas, termasuk mengadopsi kurikulum internasional seperti Cambridge.

Hary berharap, program ini dapat menjadi jalur khusus yang terintegrasi bagi siswa untuk menembus perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik maupun universitas di luar negeri. (Damar)