PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Arena Bos Arena, Kabupaten Pemalang, dipenuhi suara merdu burung berkicau, Minggu. Ratusan kicau mania dari berbagai daerah memadati gelaran Piala Pemalang Cup, sebuah kontes burung berkicau yang sukses menyedot antusiasme peserta dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Tak hanya menjadi ajang adu kualitas burung, Piala Pemalang Cup juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarkomunitas pecinta burung sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar lokasi acara, acara diadakan di halaman luar pantai widuri,minggu 19/7/2026

Ketua Panitia, Budiman, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk menyemarakkan dunia kicau mania di Kabupaten Pemalang agar semakin berkembang dan mampu bersaing dengan daerah lain yang lebih dahulu dikenal sebagai pusat penyelenggaraan kontes burung.

“Tujuan utama kegiatan ini untuk menyemarakkan dunia kicau mania di Pemalang. Kami ingin para penghobi burung memiliki wadah untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus menunjukkan kualitas burung terbaik yang mereka miliki,” ujar Budiman.

Ia menyebutkan, peserta yang hadir diperkirakan mencapai 600 hingga 700 orang. Mereka datang tidak hanya dari Kabupaten Pemalang, tetapi juga dari Brebes, Tegal, Pekalongan, Batang hingga Semarang.

Baca Juga:  MK Putuskan Wartawan Tidak Dapat Dijerat Sanksi Pidana dan Perdata karena Karya Jurnalistiknya

Berbagai kelas dipertandingkan dalam kontes tersebut, di antaranya Murai Batu, Cucak Ijo, Kacer, Lovebird, Kenari, SRPC dan sejumlah kelas burung berkicau lainnya.

Untuk menambah semangat peserta, panitia menyediakan hadiah utama berupa tiga unit sepeda motor bagi para juara di kelas bergengsi. Sementara kelas lainnya memperebutkan uang pembinaan dengan nilai yang telah disiapkan panitia.

Adapun biaya pendaftaran setiap kelas bervariasi, mulai Rp50 ribu hingga Rp700 ribu untuk setiap burung yang dilombakan.

Budiman menjelaskan, penilaian dilakukan secara profesional dengan memperhatikan beberapa aspek utama, yakni irama lagu, durasi kerja, volume suara dan gaya burung selama berada di gantangan.

“Yang kami cari adalah burung dengan performa terbaik saat itu. Karena setiap burung memiliki kondisi yang berbeda-beda ketika tampil di arena,” jelasnya.

Menurut Budiman, dampak positif dari penyelenggaraan kontes tidak hanya dirasakan para penghobi burung. Kehadiran ratusan peserta beserta keluarga dan pendukung turut memberikan berkah bagi para pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.

“Warung makan, pedagang minuman hingga UMKM di sekitar arena ikut merasakan manfaatnya karena banyak pengunjung yang datang selama perlombaan berlangsung,” katanya.

Baca Juga:  Soal Sekdes Sukaluyu Rangkap Jabatan, Camat Bilang Begini

Ia berharap kontes burung berkicau seperti Piala Pemalang Cup dapat terus digelar secara berkelanjutan agar gairah para pecinta burung tidak pernah surut.

“Dari hobi ini kita bisa menambah teman, memperluas relasi bahkan membuka peluang usaha. Mudah-mudahan Pemalang semakin dikenal sebagai salah satu daerah dengan komunitas kicau mania yang besar dan solid,” pungkasnya.

Budiman menambahkan, penyelenggaraan Piala Pemalang Cup merupakan hasil kolaborasi panitia bersama Haji Toto, pemilik Bos Arena. Melalui kerja sama tersebut, mereka ingin menghadirkan event berkualitas yang mampu mengangkat nama Pemalang di kalangan kicau mania regional maupun nasional.