Bandung, MEDIASERUNI.ID – PT PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT), memperkuat kolaborasi dengan insan pers melalui kegiatan Media Briefing bertajuk Sahabat Terang, yang digelar di Kantor PLN UPT Bandung, Jalan PLN Cigereleng, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Rabu 24 Juni 2026.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan media dari berbagai daerah di Jawa Barat yang merupakan mitra PLN dari sejumlah Unit Pelaksana Transmisi (UPT), termasuk UPT Bekasi. Melalui forum tersebut, PLN membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan media sekaligus memperkuat sinergi dalam menyampaikan informasi ketenagalistrikan kepada masyarakat.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum Firdaus Mochamad Nur (dua kiri) bersama Manajer PLN UPT Bandung Rudi Wahono (kiri) memaparkan program dan Bisnis PLN di ruang rapat Galunggung. Tampak Manajer Humas TJL Irfan Saputra (kanan). (Mediaseruni)
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum Firdaus Mochamad Nur (dua kiri) bersama Manajer PLN UPT Bandung Rudi Wahono (kiri) memaparkan program dan Bisnis PLN di ruang rapat Galunggung. Tampak Manajer Humas TJL Irfan Saputra (kanan). (Mediaseruni)

Selain menjadi ajang silaturahmi, Media Briefing Sahabat Terang juga menghadirkan diskusi interaktif mengenai perkembangan sektor kelistrikan, pembangunan infrastruktur transmisi, hingga upaya PLN menjaga keandalan pasokan listrik di Jawa Barat.

Manager Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (MULTG) Bandung Barat, Ali Rofi’i, menjelaskan pentingnya peran gardu induk dalam sistem kelistrikan nasional. Menurutnya, gardu induk merupakan fasilitas strategis yang berfungsi mengatur, menghubungkan, dan menyalurkan energi listrik dari pembangkit hingga sampai ke pelanggan.

“Gardu induk dapat diibaratkan sebagai simpang utama dalam jaringan listrik yang mengatur arah distribusi energi, agar dapat tersalurkan secara efisien ke rumah tangga, perkantoran, kawasan industri, hingga fasilitas publik,” ujar Ali.

Ia menambahkan, gardu induk memiliki sejumlah fungsi penting, mulai dari menaikkan atau menurunkan tegangan listrik sesuai kebutuhan, mendistribusikan daya ke berbagai jaringan, hingga melindungi sistem dari gangguan seperti korsleting dan sambaran petir melalui perangkat proteksi yang terintegrasi.

Untuk mendukung operasionalnya, gardu induk dilengkapi berbagai peralatan utama seperti transformator daya, pemutus tenaga (PMT), pemisah jaringan (PMS), lightning arrester, busbar, serta panel kontrol dan proteksi. PLN juga mengoperasikan berbagai jenis gardu induk, mulai dari gardu induk transmisi, gardu induk distribusi, GIS (Gas Insulated Substation), hingga gardu induk konvensional.

Baca Juga:  Jenal Aripin Imbau Warga Karawang Pilih Calon Kepala Desa yang Mampu Bangun Desa

“Keberadaan gardu induk menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga kualitas, kapasitas, dan keandalan pasokan listrik yang dibutuhkan masyarakat maupun sektor industri,” ucap Ali.

Sementara Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum Firdaus Mochamad Nur, mengatakan PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) merupakan unit PLN yang bertanggung jawab mengelola sistem penyaluran tenaga listrik melalui gardu induk dan jaringan transmisi bertegangan 30 kV hingga 500 kV.

Wilayah kerjanya mencakup Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan peran strategis menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat, sektor industri, dan berbagai objek vital.

Dalam mendukung pelayanan tanpa gangguan, PLN UIT JBT memiliki Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang mampu melakukan pemeliharaan dan perbaikan jaringan listrik tanpa memadamkan aliran listrik.

Tim khusus ini menangani pekerjaan pada jaringan tegangan menengah, tinggi, hingga ekstra tinggi guna memastikan kualitas layanan dan kontinuitas pasokan listrik tetap terjaga.

“Selain mengelola infrastruktur ketenagalistrikan, PLN UIT JBT juga menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui 10 program Community Involvement and Development (CID) pada 2026,” ucap Firdaus.

Program tersebut terdiri dari lima sektor pendidikan dan sosial, empat sektor pemberdayaan ekonomi, serta satu sektor kesehatan. “Saat ini PLN UIT JBT mengelola 246 gardu induk, jaringan transmisi sepanjang 13.227,5 kilometer sirkuit, dan 565 unit transformator berkapasitas total 49.822 MVA sebagai tulang punggung keandalan sistem kelistrikan di wilayah Jawa bagian tengah,” kata Firdaus.

Baca Juga:  Turnamen Sepak Bola Baraya H Jenal Aripin Cup Masuki Perempat Final

Manajer Humas TJL Irfan Saputra menambahkan PT PLN terus mengintensifkan edukasi keselamatan dan pelayanan kelistrikan melalui sejumlah kampanye yang melibatkan masyarakat.

Program Sigap Listrik (Sinergi Gerakan Aman, Peduli, Andal Kelistrikan) mengajak masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan listrik, terutama terkait aktivitas yang berpotensi mengganggu jaringan seperti bermain layang-layang dan menerbangkan balon udara di sekitar instalasi kelistrikan.

Sementara itu, PLN Sahabat (Sinergi Aspirasi, Harmoni Aksi Bersama dan Transparansi) menjadi wadah komunikasi antara PLN dan pelanggan, termasuk sektor industri, melalui hearing, sosialisasi, serta edukasi pemeliharaan instalasi listrik. “Program PLN Sahabat bertujuan memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas layanan secara transparan,” ucap Irfan.

Adapun Signa Terang (Sinergi Gerakan Masyarakat Tanggap Kelistrikan dan Ruang Aman) dan Pelita (Perlindungan Listrik, Tradisi dan Angkasa Aman) difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan ketenagalistrikan serta perlindungan jaringan listrik dari aktivitas yang berisiko menimbulkan gangguan. “Melalui kampanye ini, PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan,” tutup Irfan. (*)