Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Semangat gotong royong yang digaungkan Kepala Desa Batujajar Barat Erfan Hariawan, menggeliat di lingkungan RW 02 Desa Batujajar Barat. Dari RT, RW dan kader, bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti dengan target membersihkan lingkungan serta selokan dan saluran air di wilayah RW 02.
Menariknya, kegiatan berlangsung Minggu 9 Agustus 2026 ini, melibatkan Ibu-ibu hingga anak-anak sebagai bagian dari edukasi lingkungan, sekaligus upaya menanamkan kesadaran menjaga kebersihan sejak dini.
Ketua RW 02, Heri Kurnia, juga turun langsung ke sejumlah selokan dan saluran air bersama masyarakat. Kehadiran pimpinan lingkungan tersebut menjadi bentuk keteladanan sekaligus pesan bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kerja bakti ini bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi bagaimana kita membangun kembali kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan,
menjadi semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut,” ucap Heri.
Bukan Sekadar Bersih-bersih
Kegiatan kerja bakti di RW 02 ini memiliki pesan yang lebih luas. Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin sibuk dan individualistis, budaya gotong royong dinilai perlu kembali diperkuat.
Ketua TPS 3R Batujajar Barat, Saepudin menyoroti pentingnya menjaga semangat gotong royong agar tidak bergantung pada imbalan.
Menurutnya, program padat karya memang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Namun, jangan sampai kebiasaan tersebut membuat kepedulian sosial melemah dan masyarakat hanya mau bergerak ketika ada bayaran.
“Dengan adanya program padat karya, kesadaran masyarakat mulai pudar. Kalau tidak dibayar, sebagian masyarakat seolah enggan untuk ikut. Padahal gotong royong merupakan bagian dari kekuatan masyarakat,” ujar Saepudin.
Ia menilai, semangat gotong royong harus tetap hidup karena tidak semua persoalan lingkungan dapat diselesaikan melalui program pemerintah atau kegiatan berbayar.
Selain kerja bakti, kegiatan tersebut juga menjadi momentum edukasi mengenai pengelolaan sampah. Saepudin mengajak masyarakat memulai kepedulian lingkungan dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.
Menurutnya, masyarakat tidak harus menunggu adanya kegiatan kerja bakti untuk menjaga lingkungan. Langkah sederhana seperti memilah sampah dari rumah dan tidak membuang sampah sembarangan sudah menjadi kontribusi penting.
“Kesadaran masyarakat bisa dimulai dari rumah. Minimal memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan. Insyaallah kalau dilakukan bersama-sama akan menghasilkan lingkungan yang bersih dan asri,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan selokan dan saluran air sebagai tempat pembuangan sampah. Sampah yang menumpuk di saluran dapat menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan lingkungan.
Pelibatan anak-anak dalam kegiatan kerja bakti menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Mereka diperkenalkan secara langsung mengenai pentingnya menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, serta memahami bahwa lingkungan yang sehat membutuhkan kepedulian seluruh anggota masyarakat.
Edukasi sejak dini diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang terbawa hingga dewasa. “Kalau anak-anak sejak kecil sudah dibiasakan peduli terhadap lingkungan, mereka akan tumbuh dengan kesadaran bahwa kebersihan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab kita semua,” menjadi pesan edukasi dalam kegiatan tersebut.
Dari RW 02 untuk Batujajar Barat
Kerja bakti RW 02 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Semangat yang dibangun adalah menjadikan kebersihan dan gotong royong sebagai budaya yang terus dipelihara.
Masyarakat diajak membangun kebiasaan sederhana: pilah sampah dari rumah, jangan buang sampah sembarangan, jaga saluran air, dan aktif menjaga lingkungan sekitar.
Sebab lingkungan yang bersih tidak hanya tercipta karena satu kali kerja bakti, tetapi melalui kesadaran yang dilakukan terus-menerus oleh setiap keluarga.
Dari rumah, bergerak ke RT. Dari RT menguat menjadi RW. Dan dari RW, semangat tersebut diharapkan menyebar ke seluruh Desa Batujajar Barat. Kegiatan diakhiri dengan balakecrakan makan bersama di pos mencrang. (Chandra)

