Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – PSSI Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi menutup Kursus Pelatih Sepak Bola Lisensi D Nasional di Cikalong Wetan. Kegiatan selama enam hari itu diikuti 60 peserta, terbagi dalam dua kelas sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kepelatihan dan memperkuat pembinaan sepak bola di daerah.
Ketua PSSI Kabupaten Bandung Barat, Aep Nurdin, Minggu 28 Juni 2026, mengatakan kursus ini merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak pelatih yang kompeten dan mampu melahirkan pemain berkualitas. “Keberadaan pelatih berlisensi akan memperkuat pembinaan di sekolah sepak bola (SSB) maupun klub secara lebih profesional dan berkelanjutan,” ucap Aep.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori dan praktik sesuai kurikulum resmi PSSI, mulai dari metodologi kepelatihan, teknik dan taktik permainan, pembinaan usia dini, penyusunan program latihan, kepemimpinan hingga evaluasi latihan di lapangan.
Exco Bidang SDM PSSI Kabupaten Bandung Barat, Ayi Supriadi, mengungkapkan saat ini PSSI KBB telah memiliki sekitar 200 pelatih berlisensi. Ia berharap seluruh peserta terus mengembangkan kompetensi dan melanjutkan pendidikan kepelatihan ke jenjang yang lebih tinggi. “Lisensi D bukan tujuan akhir, tetapi langkah awal menjadi pelatih profesional yang terus belajar dan berkembang,” ujarnya.
Senada, Sekretaris Jenderal APSSI, Cefie Bayu Adam, menegaskan Lisensi D merupakan fondasi awal karier kepelatihan. Karena itu, para lulusan diminta terus meningkatkan kemampuan melalui pengalaman dan pendidikan lanjutan agar mampu menciptakan sistem pembinaan yang lebih baik.
Sementara itu, Coach Educator H. Arif Gustara mewakili tim instruktur mengingatkan pentingnya menerapkan ilmu yang diperoleh selama kursus dalam pembinaan sehari-hari. “elatih tidak hanya bertugas meningkatkan kemampuan teknis pemain, tetapi juga membangun karakter, disiplin, sportivitas, dan mental bertanding,” katanya.
Pada penutupan kegiatan, Aep Nurdin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kursus, termasuk Yayasan Al Ikhwan, Pemerintah Desa Rende, panitia, mentor, serta para instruktur.
Ia optimistis semakin banyaknya pelatih berlisensi akan mendorong kemajuan pembinaan sepak bola Kabupaten Bandung Barat dan melahirkan talenta yang mampu berprestasi di tingkat regional maupun nasional. (Dadan)
