PEKALONGAN, MEDIASERUNI.ID – Upaya memperkuat konektivitas transportasi di wilayah Pantura kembali menjadi perhatian. Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, H. Rizal Bawazier, mengungkapkan adanya usulan agar kereta api cepat relasi Jakarta–Surabaya kembali melayani pemberhentian di Stasiun Kota Pekalongan.

Hal tersebut disampaikan Rizal melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Rizal memperlihatkan pertemuannya dengan jajaran Direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero), dengan keterangan mengenai pembahasan usulan pemberhentian kereta di Stasiun Kota Pekalongan.

“Rapat dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero). Usulan pemberhentian Kereta Api cepat Argo Bromo Anggrek di Stasiun Kota Pekalongan,” tulis Rizal dalam unggahannya.

Usulan tersebut menarik perhatian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Pekalongan dan daerah sekitarnya. Keberadaan layanan kereta jarak jauh yang berhenti di Pekalongan berpotensi memberikan tambahan pilihan transportasi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju Jakarta maupun Surabaya.

Namun, terdapat perkembangan penting terkait layanan yang disebut dalam unggahan tersebut. KA Argo Bromo Anggrek tidak lagi berhenti di Stasiun Pekalongan sejak pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025.

Baca Juga:  Kang HJA Tinjau Jembatan Ambruk di Karawang: Selama Mampu Saya Siap Bantu

Selain itu, PT KAI kemudian mengubah nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026. Layanan tersebut tetap melayani relasi Jakarta–Surabaya melalui jalur utara Jawa.

Karena itu, usulan yang disampaikan Rizal dapat dipahami sebagai dorongan agar layanan kereta cepat tersebut kembali memiliki pemberhentian di Pekalongan, bukan sekadar mempertahankan pola perjalanan yang berlaku saat ini.

Bagi masyarakat Pekalongan, Batang, Pemalang hingga wilayah sekitarnya, isu tersebut berkaitan dengan akses terhadap transportasi kereta api jarak jauh. Pekalongan merupakan salah satu kawasan penting di jalur Pantura sehingga penguatan konektivitas transportasi dapat berdampak pada mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi hingga akses perjalanan antarkota.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Batang juga pernah menyampaikan usulan agar layanan kereta yang sebelumnya dikenal sebagai Argo Bromo Anggrek dapat berhenti di Stasiun Batang. Pemerintah daerah menyebut konektivitas kereta sebagai salah satu bagian dari upaya memperkuat akses transportasi, investasi dan pariwisata.

Baca Juga:  Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Kapolsek Kotabaru Cek Lahan Bersama Petani di Pangulah Selatan

Langkah Rizal Bawazier tersebut kini menempatkan kembali persoalan pemberhentian kereta jarak jauh di kawasan Pantura sebagai bahan pembahasan. Realisasi usulan tentu masih bergantung pada kajian dan keputusan PT KAI, termasuk aspek operasional, jadwal perjalanan serta kebutuhan layanan penumpang.

Dengan demikian, masyarakat Pekalongan dan daerah sekitar masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait usulan tersebut, termasuk apakah nantinya akan ada perubahan pola pemberhentian KA Anggrek di Stasiun Kota Pekalongan.