Karawang, MEDIASERUNI.ID – Menanggapi serangan kutu Tribolium yang dikeluhkan warga Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang, Rohman, menjelaskan bahwa kemunculan hama tersebut diduga disebabkan oleh penumpukan stok beras yang disimpan dalam waktu lama.

Menurut Rohman, DPKPP bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLHK) Karawang telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan ke lokasi. Sementara itu, pihak Bulog akan melakukan proses fumigasi untuk membasmi kutu yang menyerang tumpukan beras.

“Bulog akan melakukan fumigasi agar kutu-kutu yang menyerang stok beras dapat dimatikan,” ujarnya, kepada Mediaseruni, Senin, 6 Juli 2026.

Baca Juga:  Bupati Cup III, Bontotiro vs Kajang Sore Ini, Pelatih Bontorito Optimis Raih 3 Poin

Ia menambahkan, penyimpanan beras dalam jangka waktu yang terlalu lama menjadi salah satu faktor utama munculnya kutu Tribolium. Selain fumigasi, Bulog juga akan memberikan perlakuan atau obat khusus pada stok beras sebagai langkah pencegahan agar serangan hama tidak kembali terjadi. “Bulog akan memberikan obat pada beras sebagai upaya pencegahan,” katanya.

Di sisi lain, Rohman menegaskan Bulog juga harus segera memulihkan kualitas dan sirkulasi stok beras yang tersimpan. Hal tersebut penting untuk menjaga mutu beras, terlebih Kabupaten Karawang memiliki target mendukung ekspor beras karena dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras utama di Indonesia.

Baca Juga:  PLN ULTG Purwakarta Sukses Ganti CVT 500kV Bay MTR 4 GITET Cirata untuk Jaga Keandalan Sistem Kelistrikan Jelang Nataru

“Apalagi Pemerintah Kabupaten Karawang memiliki tujuan mendukung ekspor, yang mana berasnya berasal dari Karawang,” pungkasnya. (Damar)