Karawang, MEDIASERUNI.ID – Teater dan Seni SMAN 1 Karawang (Tensika) kembali menunjukkan kualitas aktingnya dalam ajang Festival Teater Pelajar Bahasa Sunda (FTPBS) 2026 yang digelar di Gedung Lecture Theatre, Minggu 26 Juli 2026.
Pada kesempatan tersebut, Tensika membawakan lakon berjudul “Kalangsu”, sebuah naskah yang mengangkat isu pergaulan bebas dengan akhir cerita yang tragis.
Salah seorang pemeran, Bilkis, menjelaskan bahwa “Kalangsu” mengisahkan tokoh Lina yang terjerumus dalam pergaulan bebas hingga akhirnya mengalami gangguan kejiwaan.
“Kalangsu adalah lakon yang menceritakan tentang pergaulan bebas dengan akhir yang mengenaskan. Karakter Lina pada akhirnya menjadi gila,” ujar Bilqis.
Sementara itu, Wakil Pimpinan Produksi Tensika, Biantri, mengatakan dirinya memerankan tokoh Pak Suma, ayah dan Lina. “Pak Suma memiliki karakter yang emosional, keras kepala, dan kerap bersikap kasar,” katanya.
Ia menjelaskan, lakon “Kalangsu” merupakan salah satu dari lima naskah yang disiapkan panitia. Masing-masing peserta diberi kesempatan memilih satu cerita untuk dipentaskan.
Menurut Biantri, persiapan pementasan dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Bahkan, seluruh anggota memanfaatkan masa libur kenaikan kelas untuk menjalani latihan intensif.
“Alhamdulillah latihan dilakukan saat liburan kenaikan kelas. Setelah sekolah juga kami tidak langsung pulang, tetapi tetap berlatih untuk menghadapi FTPBS,” ungkapnya.
Ketua Tensika, Sheyna Arifah, mengaku bangga melihat penampilan seluruh anggota yang dinilai mampu memberikan performa terbaik di atas panggung.
“Saya senang sekali karena teman-teman sudah menampilkan yang terbaik. Penampilan di panggung tadi benar-benar luar biasa. Terima kasih juga untuk para aktor, tim artistik, logistik, dan seluruh kru di belakang panggung yang sudah bekerja dengan sangat baik,” ujarnya.
Sheyna berharap pengalaman mengikuti festival ini menjadi bekal bagi seluruh anggota untuk terus berkarya di dunia teater.
Pelatih Tensika, Dewo, turut mengapresiasi perjuangan para siswa yang dinilai telah mengeluarkan kemampuan terbaik selama pementasan.
“Mereka sudah mengeluarkan kemampuan maksimal. Semoga pengalaman ini menjadi modal berharga ke depannya. Metode latihan yang mereka jalani juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Senada dengan itu, Pembina Ekstrakurikuler Tensika mengungkapkan rasa syukur karena proses latihan yang panjang akhirnya terbayar dengan penampilan maksimal di atas panggung.
“Puji syukur, akhirnya kami sampai di titik pementasan. Anak-anak berlatih selama dua bulan dengan penuh perjuangan, bahkan saat masa libur sekolah mereka tetap datang untuk latihan,” tuturnya.
Ia menilai ajang teater bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim.
Selain itu, ia mengapresiasi solidnya manajemen panitia internal Tensika yang didukung berbagai sponsor dan orang tua siswa.
“Terima kasih kepada seluruh sponsor, pihak SMAN 1 Karawang, para orang tua, dan terutama anak-anak Tensika yang telah mengorbankan waktu dan tenaga demi memberikan penampilan terbaik. Semoga hasil yang diperoleh sesuai dengan perjuangan mereka,” pungkasnya. (Damar)

