Karawang, MEDIASERUNI.ID – Obesitas kian menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Kebiasaan sering nongkrong tanpa mengontrol asupan gizi serta masifnya gempuran junk food disinyalir menjadi pemicu utama melonjaknya kasus kelainan gizi ini.
Ketua Tim Kerja (Katimja) Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang, dr. Frida Rismauli Sinaga, menyampaikan bahwa kebiasaan konsumsi yang tidak terkontrol tersebut rentan mendatangkan berbagai penyakit berbahaya di usia muda.
”Kebiasaan generasi muda sekarang yang doyan nongkrong dan tidak pernah mengontrol asupan gizi secara berkala, ditambah serangan junk food yang masif, menjadi pemicu maraknya kasus obesitas. Kondisi ini juga memicu penyakit lainnya seperti gula darah tinggi dan kolesterol,” ujar Frida, dikutip Kamis 8 Oktober 2026.
Menanggapi fenomena tersebut, Dinkes Karawang melakukan intervensi melalui sosialisasi dan edukasi gizi. Langkah ini tidak hanya difokuskan pada Posyandu, tetapi juga menyasar sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai bahaya konsumsi gula, lemak berlebih, dan makanan instan.
”Pemeriksaan dan sosialisasi kita jalankan mulai dari anak usia remaja melalui Posyandu Remaja. Selain itu, kita memaksimalkan layanan di 50 Puskesmas se-Kabupaten Karawang untuk memberikan konseling terkait Angka Kecukupan Gizi (AKG) agar tidak terjadi malnutrisi, termasuk obesitas,” jelasnya.
Selain menjaga pola makan, Frida mengimbau para remaja untuk membiasakan diri bergerak aktif guna memantau Indeks Massa Tubuh (IMT) secara berkala.
”Hal yang paling penting bagi generasi muda adalah memperhatikan asupan Gula, Garam, dan Lemak (GGL) harian. Pastikan porsinya seimbang, jangan sampai kekurangan dan jangan sampai berlebihan,” imbaunya. (damar)
