Karawang, MEDIASERUNI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar acara Harmoni Nusantara di Plaza Pemkab Karawang, Minggu 13 September 2026, malam.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang sekaligus wadah merayakan keberagaman agama dan etnis di wilayah tersebut.
Bupati Karawang, Aep Syaepulloh, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif FKUB yang sukses menginisiasi kegiatan tersebut.
Ia menegaskan komitmen Pemkab Karawang untuk menjadikan Harmoni Nusantara sebagai agenda resmi tahunan.
”Intinya, kami dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang sangat mengapresiasi acara FKUB melalui Harmoni Nusantara ini,” terangnya.
Harapan saya, ini akan kami jadikan sebagai event tahunan ke depannya, sebagai bagian dari rangkaian HUT Kabupaten dan bentuk kolaborasi nyata lintas umat beragama.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua FKUB Kabupaten Karawang, Mashkur Mansur, menjelaskan bahwa perhelatan Harmoni Nusantara sengaja dipadukan dengan momen HUT Karawang untuk memperkuat rasa kebersamaan masyarakat.
Selain penampilan seni dan budaya keberagaman, acara ini juga diisi dengan penyerahan penghargaan khusus kepada para sosok di balik lahirnya lagu Mars FKUB.
Penghargaan diberikan kepada Jaja S. Syairin selaku pencipta lagu, tim komposer, serta K.H. Tajudin Nur selaku Ketua FKUB periode sebelumnya yang menjadi inisiator lagu tersebut.
Tidak hanya itu, Pemkab dan FKUB juga memberikan penganugerahan kepada para tokoh lintas agama yang selama ini aktif menjaga dan merawat iklim kerukunan di Karawang.
“Dari setiap agama ada perwakilannya yang menerima penghargaan sebagai tokoh penggerak kerukunan di Kabupaten Karawang,” kata Mashkur.
Bupati Aep mengucapkan terima kasih atas dedikasi FKUB yang dinilainya konsisten menjaga kondusivitas daerah selama hampir dua dekade.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada FKUB yang alhamdulillah sudah hampir 20 tahun menjaga kerukunan umat beragama di Karawang dengan sangat baik,” katanya.
Mengingat warga Karawang sangat majemuk dan terdiri dari berbagai suku, kegiatan seperti ini tentu menjadi sarana penting untuk menjaga kerukunan dan persatuan antarumat. (damar)

