BANDUNG BARAT, MEDIA SERUNI.ID – Aam Aminudin ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Bandung Barat periode 2026-2030 pada 1 November 2026.

Dalam pernyataan perdananya sebagai ketua terpilih, Aam menggaungkan semangat kebangkitan melalui gerakan “Pemuda Muhammadiyah Hudang!” dengan mengusung tema Fastabiqul Khairat.

Seruan Hudang, yang berarti bangkit dalam bahasa Sunda, menjadi ajakan bagi seluruh kader Pemuda Muhammadiyah untuk meningkatkan peran dan kontribusi nyata dalam kehidupan umat serta pembangunan daerah.

Dalam pernyataan bertajuk Sekapur Sirih Ketua Terpilih yang dikutip pada Senin (2/11/2026), Aam menyampaikan keprihatinannya terhadap potensi pemuda di Kabupaten Bandung Barat yang dinilainya belum sepenuhnya terakomodasi dan diberdayakan secara optimal.

“Selama ini, potensi besar pemuda di Bandung Barat seolah tertidur pulas dan banyak yang belum terakomodir dengan baik. Padahal, energi perubahan ada di tangan kita,” ujar Aam.

Ia menegaskan, Pemuda Muhammadiyah perlu terus bergerak, keluar dari zona nyaman, serta memperkuat peran organisasi sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan umat dan masyarakat.

Baca Juga:  100 Hari Kepemimpinan Asep Japar dan Andreas: 9 Program Prioritas Mulai Direalisasikan

“Saatnya bangkit, bergerak, dan hadir untuk Bandung Barat yang amanah. Sudah saatnya kita bangun dari tidur panjang, merapatkan barisan, dan menjadi motor penggerak kemajuan umat serta bangsa di tanah Bandung Barat,” tegasnya.

Aam juga menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah merupakan gerakan dakwah yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena itu, semangat kebangkitan organisasi perlu diwujudkan melalui kerja nyata, kreativitas, inovasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Untuk mewujudkan semangat tersebut, ia menawarkan tiga pilar gerakan, yakni Hudang, Rancage, dan Kolaborasi.

Menurutnya, Hudang menjadi simbol kebangkitan dan kesadaran untuk bergerak. Sementara itu, Rancage mengandung semangat kreatif dan inovatif dalam menghadirkan gagasan serta kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Adapun kolaborasi menjadi upaya memperkuat kebersamaan dan amal jama’i dalam menjalankan dakwah.

“Rancage itu artinya kita harus kreatif dan inovatif. Mari rapatkan barisan untuk meneguhkan amal jama’i, menguatkan keumatan. Hudang, Rancage, Berkolaborasi untuk Dakwah yang Berkemajuan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Acungan Jempol Buat Damkar Karawang, Dalam Satu Bulan Sukses Selesaikan 188 Kasus

Kepemimpinan baru ini diharapkan menjadi momentum bagi Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bandung Barat untuk memperkuat konsolidasi kader, mengembangkan kreativitas gerakan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Dengan semangat Hudang, Rancage, dan Kolaborasi, Pemuda Muhammadiyah diharapkan semakin berperan dalam dakwah, pemberdayaan generasi muda, dan pembangunan daerah yang berkemajuan. (Dadan).