MEDIASERUNI – Dalam beberapa hari terakhir, media sosial dihebohkan oleh fenomena alam yang luar biasa, yaitu awan yang tampak menyerupai gelombang tsunami di langit.

Foto dan video dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Aceh dan Polewali, Sulawesi Barat, memperlihatkan awan besar yang tampak seperti gulungan ombak raksasa. Penampakan ini menjadi viral di media sosial dan langsung menarik perhatian banyak orang.

Fenomena ini disebut sebagai “awan tsunami” oleh masyarakat, namun secara ilmiah dikenal sebagai awan Arcus. Menurut BMKG, awan Arcus sering muncul selama musim pancaroba, yaitu saat peralihan dari musim kemarau ke musim hujan yang biasanya terjadi antara September hingga November. Bentuknya yang panjang dan menyerupai ombak besar membuatnya tampak dramatis dan bisa memicu ketakutan.

Awan Arcus terbentuk karena pertemuan antara massa udara dingin dan massa udara hangat yang lembap. Udara dingin yang lebih berat mendorong udara hangat ke atas, menciptakan ketidakstabilan di atmosfer yang menghasilkan bentuk awan horizontal yang memanjang. Awan ini sering muncul di tepi badai atau angin kencang dan bisa menjadi pertanda cuaca buruk, seperti hujan deras atau angin ribut.

Baca Juga:  Musrenbang Jabar, Penyusunan RPJPD 2025 - 2045 Jadi Pertaruhan

BMKG menegaskan bahwa fenomena awan Arcus ini tidak ada hubungannya dengan tsunami atau gempa bumi, meskipun bentuknya menyerupai ombak besar. Meskipun demikian, kemunculan awan ini bisa menjadi indikasi bahwa cuaca buruk akan segera terjadi di wilayah tersebut. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tetapi tidak panik.

Fenomena awan tsunami ini telah menjadi topik hangat di media sosial, dengan banyak warganet membagikan pengalaman mereka melihat awan tersebut. Beberapa orang bahkan mengira awan ini merupakan tanda akan terjadinya bencana. Namun, dengan penjelasan dari BMKG, masyarakat diharapkan tetap tenang dan lebih memperhatikan potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.

Baca Juga:  Manuver Politik PDIP ke Markas PKS Dinilai Cerdas Menjelang Pilkada Karawang 2024

Meskipun awan Arcus sendiri tidak berbahaya, biasanya kehadirannya diikuti oleh kondisi cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan deras, dan terkadang petir. Oleh karena itu, BMKG menyarankan masyarakat untuk selalu memantau peringatan cuaca yang dikeluarkan oleh pihak berwenang agar dapat mempersiapkan diri terhadap kemungkinan badai.

Fenomena awan tsunami yang viral ini tidak hanya menakjubkan tetapi juga mengingatkan akan pentingnya pemahaman terhadap fenomena alam. Dengan mengandalkan informasi yang akurat dari lembaga seperti BMKG, masyarakat dapat menghadapi fenomena cuaca dengan lebih tenang dan bijak, serta tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk. (*)