Bandung, MEDIASERUNI.ID – Aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu 17 Juni 2026, berakhir damai.

Massa aksi mulai membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 17.30 Wib, setelah menyampaikan aspirasi lewat orasi dan aksi teatrikal. Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa juga menampilkan replika alat pancung sebagai simbol tuntutan yang mereka suarakan.

BEM SI Jawa Barat membawa tujuh tuntutan utama, di antaranya terkait stabilisasi nilai tukar rupiah, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), serta evaluasi program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, mengapresiasi sikap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara tertib, dan tetap menjaga kondusivitas selama aksi berlangsung.

Baca Juga:  Wabup Romli Bersama Kadis Kominfo Lampura Koordinasi Persiapan HUT PWI ke-79

“Mudah-mudahan mekanisme penyampaian pendapat seperti ini dapat terus kita jaga untuk kondusivitas Jawa Barat,” ujar Kapolda Rudi.

Kapolda juga mengatakan, pengamanan dilakukan oleh aparat gabungan Polri dan TNI untuk memastikan demonstrasi berjalan aman serta mencegah potensi penyusupan provokator.

“Aparat akan terus mengawal setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum sebagai bagian dari hak demokrasi warga negara,” kata Rudi.

Rudi juga mengimbau seluruh elemen masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi agar tetap mematuhi aturan dan menjaga ketertiban umum. Ia menilai stabilitas dan kondusivitas menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  SDM Humas dan PPID Pemalang Digenjot, Bupati Anom: Jangan Sampai Kegiatan Hebat Tak Tersampaikan ke Publik

Selain di Kota Bandung, aksi mahasiswa juga berlangsung di sejumlah daerah lain di Jawa Barat. Polda Jabar memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. (*)