Cimahi, MEDIASERUNI.ID – Angkat Janji Pra Klinik ke-21 berlangsung pada 20 Mei 2026 di Gedung Technopark Cimahi. Meski kegiatan berlangsung beberapa hari lalu, semangat dan pesan besar dari acara tersebut masih menjadi sorotan hingga hari ini.

Sebanyak 203 mahasiswa tingkat pertama dari Program Sarjana Keperawatan, Sarjana Kebidanan, D-III Keperawatan, dan D-III Kebidanan mengikuti prosesi sakral yang menjadi gerbang awal sebelum memasuki praktik nyata di rumah sakit, puskesmas, dan berbagai fasilitas kesehatan lainnya.

Ketua STIKes Budi Luhur, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa Angkat Janji Pra Klinik bukan sekadar agenda akademik, melainkan fondasi pembentukan karakter dan kecintaan terhadap profesi tenaga kesehatan.

Mengusung tema “Smart Care for Better Opportunities: Developing Competent Nurses and Midwives for Upholding National Values and Global Excellence”, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kompetensi global harus berjalan beriringan dengan nilai luhur bangsa dan etika kemanusiaan.

“Momentum ini bertepatan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional. Kemajuan kesehatan Indonesia berada di tangan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas dan empati,” ujar Sri Wahyuni dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu, Sri Wahyuni juga memaparkan perjalanan transformasi kampus yang akan memasuki usia ke-20 tahun pada 19 Juni 2026. Sejak berkembang dari akademi menjadi sekolah tinggi ilmu kesehatan, institusi tersebut terus memperkuat kualitas pendidikan dan membuka peluang internasional bagi lulusannya.

Baca Juga:  Wakil Bupati Sukabumi Hadiri Musrenbangnas RPJMN 2025-2029 Secara Virtual

“Sejak tahun 2007 hingga Mei 2026, kami telah mengantarkan 232 alumni bekerja di Jepang, Jerman, Arab Saudi, Turki, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya,” ungkapnya.

Sebagai langkah penguatan internasionalisasi, kampus turut meresmikan dua unit strategis baru, yakni BL Language Center dan Budi Luhur Migrant Center hasil kerja sama dengan BP2MI/KP2MI. Kehadiran kedua unit tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan bahasa, kesiapan global, sekaligus perlindungan bagi lulusan yang akan bekerja di luar negeri.

Sri Wahyuni juga menyampaikan apresiasi kepada dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa berprestasi, serta para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Yayasan Pambudhi Luhur yang tahun ini genap berusia 50 tahun.

“Yakini pilihan kalian adalah yang terbaik. Kumpulkan energi, lewati setiap tahapan, dan dengan dukungan semua pihak, cita-cita menjadi perawat dan bidan hebat pasti terwujud,” pesannya kepada para mahasiswa.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi dan kontribusi STIKes Budi Luhur dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang unggul dan kompetitif.

Menurutnya, prosesi Angkat Janji memiliki makna mendalam sebagai titik balik mahasiswa dari ruang teori menuju praktik pelayanan nyata kepada masyarakat.
“Janji ini adalah kontrak moral dan etika. Profesi tenaga kesehatan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan kemanusiaan yang menjunjung tinggi empati dan pengabdian,” tegas Wahyu.

Ia juga menilai langkah STIKes Budi Luhur meresmikan Balai Bahasa dan Budi Luhur Migrant Center sebagai kebijakan visioner dan progresif. Menurutnya, fasilitas tersebut bukan hanya mendukung wawasan global mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan nyata bagi pekerja migran Indonesia agar dapat bekerja secara aman, manusiawi, dan sejahtera.

Baca Juga:  Pembersihan Sampah Citarum Dilanjutkan, Sekda Herman: Pemdaprov dan BBWS akan Pasang Jaring Filter

“Pemerintah Daerah dan DPRD Kota Cimahi terus mendukung penguatan pendidikan dan kesehatan, karena kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga kualitas manusianya,” tambahnya.

Wahyu turut berpesan agar para mahasiswa menjadi generasi yang cerdas, adaptif, matang secara emosional, dan tetap menjunjung tinggi nilai empati dalam menjalankan profesinya kelak.

Acara Angkat Janji Pra Klinik ke-21 ditutup dengan penayangan video perjalanan 20 tahun transformasi STIKes Budi Luhur. Suasana haru dan penuh semangat mewarnai penutupan acara, seolah menjadi penanda bahwa janji yang terucap hari itu bukan sekadar seremoni, melainkan awal pengabdian panjang para calon tenaga kesehatan untuk bangsa dan dunia. (Chandra)