Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat terus didorong hingga ke tingkat kelompok masyarakat. Salah satunya melalui pemberian DOC (Day Old Chick) ayam Sentul kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Mandiri, di Kampung Puspa Nenggang RT 01/RW 14, Desa Tamanjaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian dan dukungan dari anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi II, Hj. Sri Dewi Anggraini, sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat agar semakin produktif dan mampu mengembangkan potensi pangan di lingkungan masing-masing.
KWT Srikandi Mandiri dipimpin Euis Saniah selaku ketua kelompok bersama para anggota. Bantuan DOC ayam Sentul diharapkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi anggota kelompok maupun masyarakat sekitar.
Hj. Sri Dewi Anggraini menyampaikan bahwa ketahanan pangan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam membangun kemandirian pangan mulai dari lingkungan keluarga, kelompok masyarakat hingga tingkat desa.
“Besar harapan kami, sesuai dengan petunjuk dan arah kebijakan Gubernur Jawa Barat, masyarakat Jawa Barat bisa menjadi benteng swasembada pangan, minimal dimulai dari lingkungan masing-masing. Ketahanan pangan harus dibangun bersama, dari bawah, dengan memanfaatkan potensi yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan ayam Sentul juga memiliki nilai strategis karena tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sumber protein hewani, tetapi dapat menjadi peluang ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan.
Program seperti ini, lanjutnya, perlu diarahkan agar masyarakat tidak berhenti pada tahap menerima bantuan. Kelompok penerima harus didorong untuk memiliki kemampuan beternak, mengembangkan populasi, mengelola pakan, menjaga kesehatan ternak, mengolah hasil, hingga memasarkan produk.
KWT Bukan Sekadar Penerima Bantuan
Senada dengan hal tersebut, Ustadz Ja’far, tokoh masyarakat sekaligus pembina KWT Srikandi Mandiri, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada kelompok masyarakat di Gunung Halu.
Ia berharap program pemberdayaan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga KWT Srikandi Mandiri semakin berdaya dan mampu berkembang secara mandiri.
“Kami berharap ke depannya terus diperhatikan untuk program-program selanjutnya supaya kelompok ini bisa lebih berdaya dan maju. Kami juga menyampaikan melalui Bu Dewan Hj. Sri Dewi Anggraini kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar program KWT terus diperkuat,” tutur Ustadz Ja’far.
Menurutnya, penguatan KWT tidak cukup hanya melalui bantuan sarana, bibit maupun ternak. Masyarakat juga membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar bantuan yang diberikan benar-benar menghasilkan dampak ekonomi.
“Kami berharap bukan hanya bantuan sarana dan bibit, tetapi juga ada pendampingan, pelatihan, akses permodalan, pengolahan hasil pertanian, serta pemasaran produk,” tambahnya.
Ketahanan Pangan Dimulai dari Lingkungan
Kegiatan pemberian DOC ayam Sentul tersebut sekaligus menjadi momentum edukasi bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari hal sederhana.
Masyarakat tidak harus menunggu memiliki lahan luas untuk ikut berkontribusi. Pemanfaatan pekarangan, budidaya tanaman pangan, peternakan skala rumah tangga, pemeliharaan unggas, pengolahan hasil pertanian serta pembentukan kelompok usaha dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan.
KWT memiliki posisi penting karena dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk belajar, berproduksi dan membangun ekonomi keluarga.
Jika dikelola dengan baik, ayam Sentul bukan sekadar ternak yang dipelihara, tetapi dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi lokal. Telur dan daging dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sementara kelebihan produksi dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan.
Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari berapa banyak DOC yang disalurkan, tetapi dari sejauh mana kelompok mampu memelihara, mengembangkan, menghasilkan dan memutar kembali hasil usaha tersebut agar manfaatnya terus berkelanjutan.
Dorong Pemerintah Perkuat Pendampingan
KWT Srikandi Mandiri berharap perhatian terhadap kelompok masyarakat di wilayah perdesaan dapat terus ditingkatkan. Dukungan pemerintah diharapkan hadir secara berkesinambungan melalui pelatihan teknis, pendampingan kelembagaan, akses permodalan, penguatan teknologi produksi, pengolahan hasil serta membuka akses pemasaran.
Dengan dukungan tersebut, KWT diharapkan semakin mandiri, mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga, menambah pendapatan, membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dari Gunung Halu, pesan yang dibangun sederhana tetapi penting: swasembada pangan tidak selalu harus dimulai dari program besar. Ia bisa tumbuh dari kandang kecil, pekarangan rumah, kelompok masyarakat dan semangat gotong royong.
Jika setiap kelompok masyarakat mampu mengembangkan potensi pangan di lingkungannya, maka ribuan kelompok di Jawa Barat dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah. (Chandra)

