Karawang, MEDIASERUNI.ID – Bagi Muhammad Galih Prasetyo, 26 tahun, lembar soal yang dihadapinya pada Jumat 9 Oktober 2026, bukan sesuatu yang sepenuhnya asing. Di tengah ratusan calon kepala desa yang mengikuti ujian Computer Assisted Test (CAT) di Laboratorium Bersama Unsika II, ia justru menemukan suasana yang mengingatkannya pada ujian CPNS yang pernah dipelajari dan dijalaninya.
Pengalaman mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) menjadi bekal tersendiri bagi Muhammad Galih Prasetyo saat menghadapi ujian Computer Assisted Test (CAT) calon kepala desa di Kabupaten Karawang.
Pola soal yang relatif familiar membuatnya tak membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi.
Calon Kepala Desa Cilamaya itu menilai, soal yang dihadapinya tidak terlalu sulit. Baginya, tantangan justru datang dari rasa kantuk setelah peserta sempat menunggu cukup lama sebelum ujian dimulai.
“Enggak ada kerumitan yang saya temui. Cuma mengantuk saja karena tadi kita sempat lama menunggu,” ujar pria yang akrab disapa Galih tersebut.
Menurut Galih, materi ujian masih berkisar pada pengetahuan tentang pemerintahan desa, wawasan kebangsaan, visi dan misi Bupati Karawang, serta peraturan perundang-undangan tentang Kabupaten Karawang.
Ia juga merasa sejumlah pertanyaan memiliki kemiripan dengan contoh soal CPNS yang pernah dipelajari dan diikutinya. “Pertanyaannya juga enggak jauh berbeda dari contoh soal CPNS yang pernah saya ikuti dan pelajari,” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuat Galih merasa lebih siap menghadapi ujian CAT. Ia menilai, peserta yang telah terbiasa mempelajari materi serupa memiliki keuntungan tersendiri karena tidak perlu banyak beradaptasi dengan karakteristik soal.
“Jadi, karakteristik soal ini enggak sesulit yang dikira dan tidak perlu banyak adaptasi juga untuk menjawab soal ini,” pungkasnya. (damar)
